Padang, Arunala.com--Beberapa tahun belakangan telah terjadi beberapa kali gempa besar di barat pulau Sumatera.
Selain menimbulkan korban jiwa, akibatnya kerusakan parah pada banyak struktur bangunan gedung. Termasum gedung pemerintahan dan fasilitas umum.
Kondisi demikian, gedung-gedung tersebut memerlukan rehabilitasi dan perkuatan agar masih dapat dipakai setelah gempa terjadi.
Salah satu material yang banyak dipakai untuk perbaikan dan rehabilitasi ini adalah Fiber Reinforced Polymer (FRP).
"Material ini menjadi populer digunakan karena mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, tahan terhadap korosi dan ringan. Karena sifat fisik dan mekanik material FRP berbeda dari baja, penggunaan material ini pada struktur beton bertulang harus direncanakan dengan baik," kata Guru Besar Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas, Prof Dr Eng Ir Rendy Thamrin ST MT, saat orasi ilmiah Pengukuhan Guru Besar Tetap di Convention Hall Unand, Senin (30/1).
Orasi Ilmiah disampaikannya berjudul Mempertahankan Kinerja Berkelanjutan Struktur Beton Bertulang dengan Advanced Material.
Turut hadir Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH, Ketua Dewan Profesor Prof Dr Ir Helmi MSc, Sekretaris Dewan Profesor Prof Dr Erwin MSi dan Dekan Fakultas Teknik Unand Prof Ikhwana Elfitri PhD, guru besar, civitas akademika Teknik Unand, mahasiswa dan undangan.
Ia mengatakan dari serangkaian penelitian telah dilakukan, penggunaan FRP untuk memperkuat struktur beton bertulang sangat efisien dari sisi pelaksanaan.
Bahkan dapat meningkatkan kapasitas elemen struktur dalam memikul beban.
"Kemudian, material konvensional seperti tulangan dan pelat baja dapat digunakan untuk memperkuat struktur beton bertulang tingkat rendah," tutur alumni S-3 Toyohashi University of Technology ini.
Perkuatan struktur beton bertulang dengan material konvensional dan FRP, sebut Rendy Thamrin, memerlukan kewaspadaan terjadinya debonding yakni terlepasnya ikatan antara beton dengan material perkuatannext


Komentar