SD Baiturrahmah Ajarkan Tradisi Budaya Minang kepada Murid

Edukasi- 23-02-2023 15:10
Prosesi makan bajamba murid SD Baiturrahmah, Kamis (23/2). (Dok : Istimewa)
Prosesi makan bajamba murid SD Baiturrahmah, Kamis (23/2). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Menanamkan nilai adat dan budaya sejak dini, turut menambah wawasan dan pembentukan karakter generasi menjadi berbudi pekerti yang baik di era teknologi saat ini.

Pasalnya, cukup banyak generasi yang dinilai melupakan tradisi dan adat di Minangkabau.

Hal itu seperti yang diajarkan kepada murid SD Baiturrahmah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Kamis (23/2) yang melaksanakan tradisi Makan Bajamba atau Barapak.

Ini sebagai upaya memperkenalkan adat dan budaya Minangkabau pada generasi emas tersebut. Dalam prosesi itu, para murid kelas VI berpakaian adat Minang.

Sementara murid kelas I sampai V laki-laki berpakaian muslim, peci dan sarung. Dan murid perempuan berpakaian muslimah dan tingkuluak.

Untuk guru perempuan menggunakan baju kuruang basiba. Dan guru laki-laki berpakaian muslim.

Sebelum makan bajamba, para murid dan guru berjalan atau ba arak. Dimana murid perempuan kelas VI membawa jamba.

Turut diselingi musik tradisional Minang dimainkan beberapa murid kelas IV dan V.

Menariknya, dalam kegiatan itu guru juga ikut bergabung. Ba arak dimulai dari halaman sekolah menuju Jalan Damar, Jalan Ololadang kemudian kembali lagi ke sekolah.

Diakhiri makan bajamba lengkap dengan petatah petitihnya bak layaknya rangkaian adat di Minangkabau.

"Sejak Covid-19 mendera, pembelajaran adat dan budaya Minangkabau sempat vakum. Dan tahun ini, diaktifkan kembali," kata Kepala SD Baiturrahmah, Rina Yanti, kepada Arunala.com.

Prosesi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengingatkan kepada murid bagaimana sebenarnya adat Makan Bajamba di Minangkabau.

Terutama pada saat acara pernikahan dan tata caranya, agar tradisi ini tidak lenyap dalam berselangnya waktu.

"Terlebih di era modern saat ini, anak anak sudah sibuk dengan gadget yang dimiliki, sehingga turut mengikis kebudayaan. Maka peran orang tua, guru dan masyarakat, turut mendukung kegiatan kebudayaan dalam memperkenalkan salah satunya prosesi adat kepada generasi sejak dini," tuturnyanext

Komentar