Siapkan Generasi Beriman, Kuat, Hebat dan Idealis: 2.600 Masjid di Sumbar Serentak Gelar Pesantren Ramadan Kolaborasi

Edukasi- 27-03-2023 20:43
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat launcing Pesantren Ramadan Kolaborasi di Masjid Raya Sumbar, Senin pagi (27/3). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat launcing Pesantren Ramadan Kolaborasi di Masjid Raya Sumbar, Senin pagi (27/3). (Dok : Istimewa)

.

Mahyeldi juga mengingatkan, Bangsa dan Negara Indonesia ini terdiri dari masyarakat beragama. Karena itu diminta siswa dan siswi yang mengikuti Pesantren Ramadan Kolaborasi ini agar membuat forum-forum untuk bekal semuanya.

Sehingga memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki semangat menjaga persatuan dan kesatuan.

Mahyeldi juga berharap kegiatan Pesantren Ramadhan Kolaborasi ini mendapat dukungan semua pihak. Terutama guru-guru.

"Siapkan orang yang hebat. Guru-guru tolong laksanakan dengan ikhlas, sepenuh hati dan tanggung jawab. Berikan yang terbaik. Masih ada guru-guru yang sempat keberatan yang sempat hanya berpikir individual. Pikirkan ini untuk generasi muda kita. Ini masa depan bangsa kita," harapnya.

Launching Pesantren Ramadan Kolaborasi di Masjid Raya Sumbar pagi itu dihadiri sekitar dua ribuan perwakilan siswa-siswi SMA, SMK, SLB se-Sumbar. Selain itu juga diikuti 723 sekolah melalui zoom metting.

Launching dihadiri sejumlah bupati dan wali kota dan Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar serta Pengurus Masjid Raya Sumbar.

Selain itu juga hadir, Forkopimda Sumbar. Juga hadir Ketua dan Pengurus MUI Sumbar, Baznas Sumbar, Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Bahar Mahyeldi, jajaran Dinas Pendidikan Sumbar, Dinas Kabupaten Kota serta kepala sekolah dan guru-guru SD, SMP, SMA, SMK, SLB.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius mengungkapkan, setelah launching ini, sebanyak 200 ribu siswa SMA, SMK dan SLB se-Sumbar mengikuti Pesantren Ramadan Kolaborasi mulai 28 Maret hingga 17 April 2023.

Kegiatan ini digelar serentak di 2.600 masjid di seluruh Sumbar dengan melibatkan 15 ribu guru. Pelaksanaan Pesantren Ramadan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.

Tahun ini siswa siswi SMA, SMK dan SLB mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan ini di masjid dekat rumah masing-masing.

Dikatakannya, pertimbangan memindahkan Pesantren Ramadan di masjid, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Pesantren Ramadan tahun lalu.

Ternyata tidak ditemukan siswa SMK, SMA di masjid. Sementara siswa SD dan SMP aktif di masjid-masjid.

"Sehingga anak-anak SMK, SMA dan SLB hanya berada di rumah. Pada umumnya mereka main game di rumah. Untuk itu kita kembali mengarahkan ke masjid," ujarnyanext

Komentar