Batusangkar, Arunala.com - Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk menerapkan program Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) serta penerapan protokol kesehatan, terutama sejak pandemi Covid-19. Penerapan CHSE itu sendiri bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Sehingga, wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Diketahui, CHSE adalah program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berdasarkan pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.
"Pengelola desa wisata perlu benar-benar siap menjadikan desa wisatanya sebagai destinasi CHSE," kata Pegiat Pariwisata Sumbar, Joni Mardianto SS MPar saat menjadi narasumber Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah Pada Destinasi Wisata di Batusangkar, Selasa (16/5).
Ia menjelaskan penerapan protokol kesehatan di desa wisata menjadi suatu hal penting yang tidak boleh diabaikan. Hal itu diperlukan mengingat kondisi pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan perilaku dalam berwisata.
"Penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi bagian penting bagi seseorang dalam melakukan perjalanan wisata, termasuk juga saat berkunjung ke desa wisata," tutur Direktur PT Amanah Triwania Wisata ini.
Penerapan protokol kesehatan itu, sebut dosen Politeknik Negeri Padang ini, memakai masker saat berada di ruang publik, sering mencuci tangan, jaga jarak. Kemudian, menyediakan pembersih tangan di pintu masuk desa wisata dan di dalam ruang umum dan toilet.
"Batas kapasitas harus diperkenalkan di tempat parkir untuk mencegah kepadatan berlebih. Dan masyarakat setempat harus peduli pada kesehatannya dengan menggunakan alat perlindungan diri," sebut Joni.
Ia mengatakan dengan penerapan CHSE ini bisa menambah nilai jual dari desa wisata itu sendiri. "Kita harus pastikan wisatawan yang datang merasa aman dan nyaman saat berkunjung, sehingga bisa menjadi bahan promosi dan meningkatkan kenyamanan wisatawan," harap Joni. (ril)


Komentar