.
"Saya optimistis, angka kunjungan wisatawan tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Maka dari itu, kita perlu terus berbenah," kata Mahyeldi.
Terkait pengembangan Kota Tua di Padang, Ia menegaskan, pemprov siap mendukung, adapun bentuk dukungannya tersebut meliputi, Penyusunan Guideliness (aturan pemanfaatan).
Kemudian Penyusunan Master Plan Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang, Penyelenggaraan berbagai iven promosi (cap go meh dan pasar malam Imlek, festival multi kultural, iven minang fashion festival, pasar ekraf di kawasan Kota Tua Padang), Normalisasi Sungai Batang Arau dan Penataan Kawasan Dermaga Kota Tua Padang.
"Saya berharap semua itu dapat berjalan sesuai rencana. Khusus untuk Master Plan, kita perlu dukungan kebijakan dari Walikota Padang, berupa penerbitan Peraturan Walikota (Perwako). Sehingga nantinya itu bisa dijadikan sebagai pedoman dalam pembangunan dan pengembangan," harapnya.
Pada FGD tersebut, Mahyeldi juga mengajak seluruh unsur untuk bersinergi dan berkolaborasi, agar upaya yang telah dirancang dapat dimaksimalkan, baik untuk pembangunan maupun pengembangan Kota Tua tersebut nantinya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda melaporkan tujuan FGD ini dilakukan untuk menguatkan pondasi perencanaan yang cocok untuk kota tua dalam jangka panjang.
"Bagaimana bisa merumuskan rencana pengembangan yang cocok untuk dipakai jangka panjang, bisa dipakai untuk 20 hingga 50 tahun ke depan. Itulah tujuan dari acara ini," ucap Luhur.
Ia mengatakan, menghadirkan destinasi wisata unggulan yang berkelas dunia di Sumbar merupakan salah satu program unggulan dari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini. (drz/adpsb)
Halaman 12


Komentar