Limapuluh Kota Arunala.com - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) akan lakukan radiocarbon dating guna mengetahui usia gugusan Menhir yang terletak di Nagari Maek, Kabupaten Limapuluh Kota.
Langkah yang akan dilakukan BRIN ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Diskusi Kelompok Terpumpun Menggali Potensi Budaya Maek, yang dibuka Ketua DPRD Sumbar, Supardi di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (21/7).
FGD yang mengupas keberadaan Menhir itu melibatkan sejumlah tokoh masyarakat dan juga para pakar, dengan harapan hasil dari diskusi ini jadi referensi dalam menjadikan situs sejarah Menhir Maek ini sebagai situs sejarah purbakala dari Sumbar.
"FGD yang melibatkan para pakar dan pemangku adat ini, bertujuan memecahkan misteri Maek yang belum terpecahkan hingga sekarang. Jadi kita sepakat untuk mengangkat Maek menjadi objek destinasi peradaban tertua di nusantara dan dunia," kata Supardi dalam FGD tersebut.
Dia mengatakan, dua bulan lalu, dirinya datang ke Maek dan bertemu dengan salah seorang tokoh masyarakat, dari perempuan itu terungkap, sudah banyak pakar-pakar yang datang, namun belum ada yang membuahkan hasil dari penelitiannya mereka.
Pada tahun 1985, terang Supardi, pakar dari UGM juga mengambil beberapa sampel yaitu gigi, tengkorak kepala dan tanah untuk diteliti, namun hingga sekarang belum ada hasil.
"Jadi saya sudah datang ke UGM untuk melihat sampel itu secara langsung, hingga sekarang masih ada sampel yang mereka teliti itu," katanya.
Untuk lebih memperdalam, lanjut Supardi, dirinya juga datang ke BRIN dan menemui kepala BRIN untuk mengurus situs-situs pra sejarah, bahkan mereka berencana untuk melakukan radiocarbon dating, sehingga tengkorak itu akan di autopsi kembali untuk menentukan usia dari fosil itu.


Komentar