Sosok Sugesti Edward, Pengusaha Batu Bara yang Multitalenta: Jadikan Hinaan dan Cemoohan Penambah Semangat untuk Sukses

Metro- 11-08-2023 16:39
Sugesti Edward. (Dok : Istimewa)
Sugesti Edward. (Dok : Istimewa)

.

"Mulailah saya menulis karya sastra berupa cerita pendek maupun puisi. Karya saya itu pun terbit di sejumlah media cetak lokal di Padang. Kemudian, sempat menjadi penyiar radio RRI Padang. Dan juga menerima jasa translate tugas teman-teman yang dapat menambah pundi-pundi untuk ditabung," tutur Gesti.

Kemampuan Gesti berkomunikasi dalam Bahasa Inggris membuatnya dilirik seorang direktur perusahaan batu bara yang berkantor di Kota Padang. Ia diminta menjadi public relation.

"Di sanalah saya kenalan dengan para buyer-buyer luar negeri dan investor," tuturnya seraya mengatakan selama delapan bulan kerja ia memutuskan resign dari pekerjaannya tersebut.

Melihat peluang baru untuk membuka perusahaan di bidang yang sama, di usia yang masih sangat muda yaitu 18 tahun, ia mendirikan PT Sugesti Prima Coal.

Satu tahun berjalan perusahaan, Gesti bertemu investor India dan Pakistan. Mereka mempercayakan perusahaan ini sebagai supplier perwakilan mereka di Indonesia.

"Waktu itu mereka tawarkan sebagai karyawan. Saya bilang saya tidak ada mental karyawan. Kalau kamu mau kerja sama saya harus dari perusahaan ke perusahaan," ucap pemilik akun instagram @sugestiedwardkhan ini.

Akhirnya mereka memberikan kepercayaan pertama. Mereka inves dan membuat stockpile batu bara di Bypass Kota Padang. "Dan kita suplai batu bara dari Sawahlunto dan Muaro Bungo pada tahun 2008. Kala itu usia saya 18 tahun," ungkapnya.

Perjuangan Gesti tidaklah mudah. Perusahaan yang dia dirikan sejak tahun 2008 mengalami up and down. Gesti mengalami kesuksesan besar dalam bisnis batu bara pada tahun 2011.

Dulu dia memiliki kantor di Padang tahun 2008 sampai 2020. Kantor pertamanya di depan Basko Grand Mall dan kantor kedua di Jalan Veteran Kota Padang.

"Nah di kantor Veteran inilah saya mengalami kesuksesan dalam bisnis batu bara ini. Transaksi saya per bulan itu Rp 80 miliar sampai Rp 120 miliar. Ketika korona datang, kami sempat stuck," ujarnya.

Setelah Gesti tamat kuliah pada 2020, akhirnya difokuskan mengurus perusahaan batu bara ini. Dan memutuskan merantau ke Kalimantan Timur. "Karena buyer-buyer sudah banyak, maka kita pun mulai ekspor batu bara sendiri dan tidak lagi tergantung pada investor luar," tuturnya.

Dia menyebutkan perusahaannya saat ini berlokasi di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Samarinda Kalimantan Timur. Untuk di Kaltim, Ia memiliki tambang dan alat berat sendiri dengan sumber daya manusia sebanyak 130 orangnext

Komentar