El Nino Berpotensi Turunkan Produktivitas Pertanian: TPID Sumbar Diminta Siapkan Langkah Cegah Inflasi

Ekonomi- 22-08-2023 20:28
Gubernur Mahyeldi beri arahan untuk antisipasi dampak El Nino bagi sektor pertanian dalam rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 di Auditorium Gubernuran, Selasa (22/8). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi beri arahan untuk antisipasi dampak El Nino bagi sektor pertanian dalam rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 di Auditorium Gubernuran, Selasa (22/8). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar segera siapkan langkah strategis untuk antisipasi dampak El Nino, karena dampak dari fenomena ini berpotensi menyebabkan kekeringan dan berkurangnya produksi hasil pertanian sehingga bisa memicu inflasi di Sumbar.

"Kita perlu ada mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino, agar jangan sampai memicu inflasi Sumbar. TPID kita harapkan bisa berperan maksimal untuk itu," ujar Mahyeldi saat membuka rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 di Auditorium Gubernuran, Selasa (22/8).

Mahyeldi mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pemicu inflasi di Sumbar antara lain haga tiket pesawat terbang serta lonjakan harga pupuk dan pakan ternak. Faktanya, pupuk diperlukan untuk tanaman pangan seperti sayur mayur dan padi, sedangkan pakan ternak seperti jagung diperlukan untuk usaha peternakan ayam.

"Oleh karena itu, TPID perlu meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, pupuk, dan termasuk gas bersubsidi. Sebab, untuk pupuk dan gas, itu bukan kewenangan daerah, sehingga koordinasi sedari awal perlu dilakukan," ujar Mahyeldi mengingatkan.

Terkait fenomena El Nino sendiri, dia menerangkan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), disebutkan bahwa intensitas El Nino di Indonesia diprediksi menguat pada Agustus sampai September 2023.

Sehingga ini berpotensi menyebabkan beberapa daerah di Sumbar dilanda kekeringan, yang juga berpotensi mengurangi produktivitas hasil pertanian, khususnya tanaman pangan.

"Dari sekarang perlu langkah-langkah antisipasi agar ketersediaan pangan tidak menipis karena produksi yang menurun. Mulai dari pengaturan periode cocok tanam, optimalisasi pengelolaan air, peningkatan jumlah cadangan beras dan jagung, serta optimalisasi kerja sama antar daerah," harapnya.

Meski dampak El Nino masih sebatas prediksi, namun langkah antisipasi perlu dibuat untuk meminimalisir dampak jika sewaktu-waktu prediksi itu menjadi kenyataan.

"Pokoknya kita perlu memastikan agar tingkat inflasi Sumbar tetap terjaga," pungkas Mahyeldi. (drz/adpsb)

Komentar