Padang, Arunala.com - Kondisi kesehatan mulut yang buruk dapat mempengaruhi status gizi anak pada akhirnya berkontribusi pada stunting.
Oleh karena itu tindakan pencegahan dan penanganan penyakit periodontal serta perawatan kesehatan gigi dan mulut dapat menurunkan angka stunting di Indonesia.
Diketahui, penyakit periodontal merupakan masalah dalam kesehatan gigi. Karena penyakit ini merupakan urutan kedua teratas pada kelainan rongga mulut.
Penyakit ini dimulai dengan radang gusi pada jaringan lunak, kemudian diikuti dengan kerusakan jaringan keras yaitu tulang alveolar yang disebut periodontitis.
"Tidak hanya menyebabkan kerusakan pada gigi dan jaringan penyangga gigi. Penyakit periodontal juga memiliki hubungan erat dengan masalah kesehatan lainnya. Seperti diabetes, penyakit jantung dan stunting," kata Guru Besar bidang Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Prof Dr drg Nila Kasuma MBiomed, saat orasi ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar di Convention Hall Unand, Selasa (22/8).
Orasi ilmiah itu berjudul Tantangan dan Potensi di Bidang Biologi Oral. Turut dihadiri Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH, Ketua Dewan Profesor Unand Prof Dr Marlina MS Apt dan anggota dewan profesor, civitas akademika Unand, keluarga besar Prof Dr drg Nila Kasuma MBiomed dan undangan.
Ia mengatakan empat tahun terakhir, dia mulai meneliti tentang perubahan yang terjadi pada anak stunting dengan lokasi pertama yakni wilayah Silaping, Pasaman Barat.
"Dari hasil penelitian ternyata terdapat banyak masalah dan perubahan rongga mulut anak stunting tersebut," tutur Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ini.
Masalah dan perubahan yang ditemukan itu, sebut Nila, di antaranya perubahan saliva dimana terjadi pengurangan produksi saliva. Defisiensi proten terjadi atropi kelenjar parotid dan submandibular.


Komentar