.
Sementara pada sub tema "Transformasi Kreatif Membuat Lilin dari Minyak Jelantah", membeber Imelda, juga menarik perhatian masyarakat setempat.
"Lilin yang dihasilkan dari limbah minyak jelantah tidak hanya mengurangi limbah yang berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga menciptakan produk bernilai yang dapat dijual atau digunakan sendiri," ungkapnya.
Di sisi lain, Imelda juga menerangkan, dalam rangka menciptakan kesadaran lingkungan sejak dini, kegiatan "Petualangan 5R: Bersama Anak Sekolah Menuju Lingkungan Ramah Sampah", kegiatannya melibatkan anak-anak sekolah di Nagari Lubuak Batingkok itu.
"Kegiatan yang kami buat dalam bentuk petualangan edukatif tentang pentingnya prinsip 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) dalam pengelolaan sampah," ulas Imelda.
Dia menyebut, ini adalah upaya untuk melibatkan generasi muda dalam perubahan positif menuju lingkungan yang lebih bersih dan lestari.
Kegiatan ini menunjukkan betapa kuatnya dampak kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengatasi masalah lingkungan dan sosial.
"Kolaborasi masyarakat Nagari Lubuak Batingkok bersama mahasiswa KKN Unand ini diyakini telah berhasil mewujudkan visi bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan ekonomi berkelanjutan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan menginspirasi inisiatif serupa di seluruh negeri," pungkas Imelda. (cpt)


Komentar