.
"Laju ekspansi PMI Manufaktur ini masih didorong oleh pertumbuhan dari permintaan baru, terutama permintaan luar negeri atau global yang turut memacu percepatan produksi. Hal ini juga berdampak pada penambahan serapan tenaga kerja," ucapnya.
Ia menyebutkan geliat industri manufaktur di Indonesia juga terlihat dari capaian positif Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2023 yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian, dengan mencapai level 53,22 atau dalam fase ekspansi.
"Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri sudah pada jalurnya. Kinerja positif ini menunjukkan optimisme yang tinggi di sektor industri manufaktur dalam menilai prospek ekonomi Indonesia ke depan," tukasnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan saat ini Sumbar memiliki 76 industri besar dan lebih 40 ribu industri kecil dan menengah.
Dalam hal ini OPD-OPD provinsi terkait telah menyiapkan kebijakan untuk meningkatkan kapasitas IKM.
"Tentunya melalui program yang menyentuh kapasitas IKM. Seperti pembinaan perizinan usaha, inovasi dan permodalan usaha. Oleh karena itu perlu peran pihak terkait untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu contoh iklim usaha, rendahnya inovasi dan hilirisasi," ucapnya.
Sementara Rektor Unand, Prof Dr Yuliandri SH MH mengatakan Unand selaku PTNBH telah menghasilkan inovasi dan teknologi bagi industri.
Buktinya hingga Agustus 2023 Unand telah melakukan penandatanganan kerja sama sebanyak 2.064 kerja sama kemitraan. Yakni 378 dunia usaha dan industri. Dan 402 paten atau paten sederhana.
"Di tahun 2022, sebanyak 12.165 luaran inovasi dan teknologi yang telah mendapatkan rekognisi internasional dan sudah diterapkan oleh masyarakat. 4.874 di antaranya berupa hak paten kekayaan intelektual (paten, desain industri, merek hak cipta, indikasi geografis dan rahasia dagang)," papar Guru Besar Hukum Unand ini.
Ia mengatakan apa yang dilakukan Unand ini mendukung struktur industri nasional yang kuat, dalam, sehat dan berkeadilan.


Komentar