Menyoal Wajah Pendidikan di Sumbar: Rahmat Saleh: Penting Perbaikan Kualitas "Sekolah Air Mata"

Edukasi- 01-02-2024 21:44
Anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh kupas kondisi pendidikan bersama sejumlah wartawan di Padang, Kamis (1/2). (Dok : Istimewa)
Anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh kupas kondisi pendidikan bersama sejumlah wartawan di Padang, Kamis (1/2). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Berangkat dari pengamatan selama melaksanakan program Sumbar Cerdas di Sumbar di tahun 2023, Anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh melihat bahwa sektor pendidikan di Sumbar harus diperbaiki sebaik mungkin.

Selama program Sumbar Cerdas itu dijalankan, secara garis besar saya melihat ada dua tipe sekolah di Sumbar, yakni "sekolah mata air" dan "sekolah air mata"," ungkap Rahmat Saleh kepada sejumlah media di sela-sela reses reses masa sidang pertama tahun 2024, di Padang, Kamis (1/2).

Kalau istilah sekolah mata itu, sebut Rahmat Saleh, adalah sekolah yang keberadaannya banyak di tengah kota atau kawasan perkotaan, sehingga banyak dapat dana BOS dan dana komite juga banyak.

Sementara "sekolah air mata" ini, banyak berada di daerah pinggiran dan daerah terpencil cukup memprihatinkan kondisinya.

"Sudah siswanya sedikit, akses transportasi pun sulit, sehingga hal itu membuat saya sedih melihatnya," ucap Rahmat Saleh.

Makanya, lanjut anggota DPRD Sumbar Fraksi PKS ini, di tahun 2024 ini, dirinya memfokuskan perhatiannya melalui dana pokir yang ia miliki untuk memperbaiki kondisi "sekolah air mata" ini melalui program yang ia buat yakni Sumbar Cerdas.

"Sudah jadi tekad saja, di 2024 ini momen bagi saya fokus untuk perbaikan pendidikan pada sekolah-sekolah pinggiran yang butuhkan," ucap Rahmat Saleh lagi.

Di sisi lain, Rahmat Saleh juga menyinggung masih banyaknya tamatan perguruan tinggi tidak dapat kerja. Pintu kesalahan awal itu ketika dia tidak tahu seperti apa potensi yang dia miliki.

Misalnya, jelas Rahmat Saleh, dia masuk ke jurusan Hukum, tapi dia tidak tertarik soal hukum di saat SMA dulu. Begitu juga bila di masuk jurusan Farmasi sementara dia jurusan lain di SMA, dan contoh lainnya.

"Makanya, saat ini saya meminta Pemprov Sumbar dan Diknas Sumbar merancang sistem penerimaan siswa bagi tingkat SMA/SMK berdasarkan minat bakat yang dimilik siswa itu di saat mereka kelas XII nanti," ulas Rahmat Saleh.

Untuk menjalankan program penggalian minat bakat siswa itu, ungkap Rahmat Saleh, nantinya akan dilakukan pada 50 SMA/SMK se Sumbar melalui tes psikologi sehingga akhirnya diketahui bakat para siswa itu dimana nantinya.

"Maka kini dipahamkan bahwa sebenarnya setiap orang itu bisa sukses, asal potensi yang dia milik tepat pada bidang yang digelutinya atau dijalankannya," kata Rahmat Saleh. (cpt)

Komentar