Erwin Ardian: Agar Tetap Eksis, Media Harus Ikuti Disrupsi Era Digitalisasi

Metro- 23-04-2026 17:25
Rombongan wartawan dari FWP Sumbar saat diskusi dengan Pempred Tribun Pekanbaru Erwin Ardian bersama jajarannya di kantor media tersebut, Kamis (23/4/2026). (dok : arunala.com)
Rombongan wartawan dari FWP Sumbar saat diskusi dengan Pempred Tribun Pekanbaru Erwin Ardian bersama jajarannya di kantor media tersebut, Kamis (23/4/2026). (dok : arunala.com)

Pekanbaru, Arunala.com - Hari kedua studi tiru yang dilakukan Forum Wartawan Parlemen (FWP) Sumbar dengan mengunjungi redaksi Tribun Pekanbaru, Kamis siang (23/4/2026).

Kunjungan 20 orang wartawan FWP Sumbar ditambah empat pihak Sekretariat DPRD Sumbar ini disambut langsung Pemred Tribun Pekanbaru, Erwin Ardian, News Manager Rinal Sagita, Redaktur Nanang di ruang redaksi media tersebut.

Dalam pertemuan itu beberapa hal dibicarakan, mulai dari keberadaan media ini berdiri, pola kerja, tantangan media ini hadapi perkembangan dunia digitalisasi hingga menyangkut stategi apa untuk menjaga kelangsungan media ini di Pekanbaru dan Riau umumnya.

Menjawab pertanyaan yang dikemukan Almunazir, salah satu wartawan yang ada dalam rombongan FWP Sumbar, Pemred Tribun Pekanbaru ini menjelaskan, perubahan di bisnis media itu sangat cepat.

"Ini bisa saya katakan disrupsi, baik itu perubahan dari sisi distribusi, kontennya juga berubah, audiens-nya juga berubah, sehingga mau tak mau kita sebagai penyedia konten atau berita juga harus ikut berubah," kata Erwin Ardian.

Melihat kondisi yang demikan, lanjutnya, Tribun Grup cepat lakukan perubahan. Salah satunya, dari media surat kabar (Koran), ke media digital, itu terjadi antara tahun 2006 - 2007.

"Ini sejalan dengan bermunculannya telpon seluler seperti Blackberry, kemudian terjadi lagi perkembangan teknologi digital, tepaynya setelah munculnya android," beber Erwin.

Di masa ini, sebutnya, orang dengan mudah dan cepat bisa melihat teks di Hp apalagi saat itu harga paket data murah. Akhirnya pada 2010 Tribun grup memutuskan memperkuat konten-konten disekitarnya dengan Tribunnews.com.

"Berlanjut sekitar pada tahun 2017, pihak Tribun Grup, termasuk kami juga lakukan perubahan seiring dengan trendnya medsos seperti kanal YouTube, instagram dan bikin konten yang berisika ide-ide kreatif. Kalau tidak berubah ke arah itu, kami akan ditinggal pembaca," tututnya.

Selanjutnya, Almudazir kembali menanyakan bagaimana pola kerja sama Tribun Pekanbaru ini dengan pemprov, pemkab dan pemko serta instansi pemerintah lainnya di Riau ininext

Komentar