.
Sebab ia melihat kebanyakan sekarang ini media di Sumbar memanfaatkan pola kerja sama dengan pemerintah daerah. Baik itu pemprov, pemkab dan pemko.
Sementara, lanjutnya, bahan berita yang dikerja samakan itu disuplai dari pihak mereka, karena pemerintah daerah itu telah memberdayakan staf Humasnya.
"Beda dengan dulu, kalau ada kepala daerah turun ke lapangan sering diikutkan wartawan, namun kini cukup dihandel oleh pihak Humas atau biro Adpim di masing-masing pemerintah," Almudazir.
Untuk ini, Erwin menjelaskan, harus hati-hati juga apalagi dengan adanya pemankasan anggaran pemerintah daerah oleh pusat untuk efisiensi.
"Makanya untuk tetap membuat Tribun Pekanbaru ini tetap eksis ditengah kondisi demikian, kami memaksimalkan kinerja web kami yang berikan berita dari online, kanal YouTube, Instagram, platform lain yang dimilik, bahkan juga event organizer (EO)," pungkas Erwin.
Sementara itu, dalam studi tiru ke Tribun Pekanbaru ini, rombongan wartawan ini dipimpin langsung Ketua FWP Sumbar Novrianto Ucok, serta empat orang staf Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat, yakni Arnelly Amran, Deni Suryani, Ida Wulan Sari, dan Taharuddin. (cpt)


Komentar