Painan, Arunala.com - Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada 7-8 Maret lalu juga menjadikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Surantih rusak berat (ambruk).
Kerusakan di tempat ekonomi masyarakat nelayan Surantih itu ditinjau langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi dan rombongan, Sabtu siang (16/3).
"Kemarin saya dapatkan laporan terkait dampak bencana banjir di TPI Surantih ini. Memang terjadi kerusakan parah akibat kuatnya arus air pada 7 dan 8 Maret kemarin, selain itu ada 17 unit kapal tangkap nelayan terseret arus dan tidak bisa beroperasi lagi," ujar Mahyeldi dalam kunjungan itu.
Tidak itu saja, Mahyeldi juga menyebutkan, kerusakan juga terjadi pada puluhan kapal kecil atau boat serta puluhan mesin kapal, juga hancur karena kejadian bencana tersebut.
"Kerugian yang dialami warga nelayan serta rehab rekon pelabuhan ikan yang ambruk akan segera ditindaklanjuti," tukasnya.
Namun sebelum itu, Mahyeldi meminta data secara rinci kerusakan yang terjadi di tempat itu.
"Berapa penghasilan mereka dalam sekali melaut, dihitung hingga saat ini mereka tidak bisa melaut, maka itu termasuk kerugian yang dialami. Untuk kapal yang hancur, masyarakat berharap ada dukungan bantuan agar bisa melaut lagi. Kita akan segera sampaikan laporannya nanti ke Kementerian," ucap Mahyeld lagi.
Mahyeldi melanjutkan, setelah data terperinci didapat, selanjutnya Pemprov Sumbar melalui dinas terkait nantinya akan berusaha secepatnya melakukan langkah rehabilitasi rekonstruksi (rehab rekon) sehingga masyarakat nelayan setempat bisa segera beraktivitas kembali. (drz/adpsb)


Komentar