Pemprov Awasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan

Ekonomi- 18-03-2024 15:12
Gubernur Mahyeldi meninjau pedagang cabai merah di stan gerakan pasar murah yang diadakan Pemprov Sumbar, Senin (18/3). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi meninjau pedagang cabai merah di stan gerakan pasar murah yang diadakan Pemprov Sumbar, Senin (18/3). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Gerakan Pangan Murah (GPM) Cabai Merah yang dibuka Pemprov Sumbar di halaman kantor gubernur, Senin (18/3) ramai dikunjungi pembeli.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi harga dan ketersediaan bahan pangan di pasaran.

"Alhamdulillah, hari ini melalui Dinas Pangan, pemprov menggelar Gerakan Pangan Murah Cabai Merah yang beberapa waktu belakangan harganya melonjak cukup signifikan hingga menyentuh angka Rp 120 ribu, tapi harga di pasaran sudah mulai turun. Gerakan ini adalah bentuk intervensi Pemprov Sumbar, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ujar Mahyeldi setelah membuka acara itu.

Awalnya, kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar berencana mematok harga cabai merah dalam gerakan pangan murah ini senilai Rp 60 ribu, tapi pihak Bank Indonesia, Bank Nagari, dan Perbankan lainnya kembali memberikan subsidi, sehingga masyarakat bisa membawa pulang satu kilo cabai merah dengan harga Rp 43 ribu.

"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada BI, Bank Nagari, dan Perbankan lain yang ikut mendukung gerakan ini. Dengan bersama-sama, kita meyakini kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fithri nanti dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," ucap Mahyeld lagi.

Dia menyebutkan, sebelumnya terjadi kenaikan harga cabe merah yang cukup signifikan karena beberapa sebab. Di antaranya, kejadian erupsi Gunung Marapi yang mengganggu aktivitas pertanian cabe di Kabupaten Agam dan Tanahdatar, yang merupakan dua daerah penghasil cabe merah di Sumbar.

"Akibat kenaikan harga yang cukup tinggi, kita mencari sumber untuk distribusikan, dan mendapatkan pasokan 2 ton cabe merah dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang kita jual hari ini lewat Gerakan Pangan Murah," kata Mahyeldi.

Selain itu, dirinya memastikan cukupnya ketersediaan bahan pangan lain di Sumbar selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Terutama sekali untuk komoditas beras, minyak goreng, tepung terigu, dan beberapa jenis kebutuhan pangan lainnyanext

Komentar