Cari Bibit, Adakan Pertandingan Tiap Dua Bulan Sekali

Olahraga-77 hit 13-12-2020 11:03
Ketua Umum PBSI Sumbar 2020-2024, Alfiadi di sela-sela Mukerprov PBSI se Sumbar, di Padang, Sabtu (12/12). (Dok : Istimewa)
Ketua Umum PBSI Sumbar 2020-2024, Alfiadi di sela-sela Mukerprov PBSI se Sumbar, di Padang, Sabtu (12/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumbar menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov).

Dalam Mukerprov ini berbagai hal dikupas Ketua Umum PBSI Sumbar 2020-2024, Alfiadi terkait perkembangan PBSI Sumbar. Ada yang menyinggung persoalan legitimasi pengcab hingga gagalnya PSBI Sumbar meloloskan atletnya untuk PON 2020 ini.

"Untuk PON, PBSI Sumbar sudah dua kali gagal mengirimkan atletnya, pertama pada PON 2016 lalu di Riau, dan PON 2020 yang direncanakan akan diadakan di Papua," ungkap Afriadi dihadapan sejumlah pengcab di Sumbar pada Mukerprov yang diadakan di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (12/12).

Baca Juga

Dia mengatakan, Bulutangkis Sumbar nyatanya tidak menampakan "taringnya" lagi. Buktinya Sumbar sudah dua kali tidak ikut PON berturut-turut.

"Ini menunjukan PBSI Sumbar tertinggal dari daerah (provinsi) tetangga dan nasional. Ini akan kita (pengurus) perbaiki dan benahi," ucapnya.

Makanya, sebut Afriadi, melalui Mukerprov kali ini, PBSI Sumbar akan lakukan berbagai perubahan untuk pembenahan PBSI Sumbar kedepan.

Dia melanjutkan perubahan yang dilakukan PBSI Sumbar periode 2020-2024, dimulai dari konsolidasi internal organisasi, diantaranya legitimasi Pengurus Cabang (Pengcab) di enam kota dan kabupaten, salah satunnya di Kota Padang.

"Ke depannya, bulutangkis Sumbar bangkit dan ketertinggalan,"sambungnya.

Alfiadi tidak menampik perlunya iven-iven untuk menemukan dan mencari bibit pebulutangkis Sumbar nantinya. Setidaknya ada satu iven setiap dua bulan.

Komentar