Pemohon dan Temohon Saling Pertahankan Alasan

Metro-234 hit 20-01-2021 12:00
Suasana sidang sengketa informasi menyangkut surat kematian dan surat ahli waris di KI Sumbar, Rabu (20/1). ( Dok : Istimewa)
Suasana sidang sengketa informasi menyangkut surat kematian dan surat ahli waris di KI Sumbar, Rabu (20/1). ( Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala --Sidang lanjutan sengketa informasi publik (SIP) tentang semua dokumen dan informasi terbitnya surat keterangan Ahli Waris dan Surat Keterangan Kematian dengan agenda pembuktian berlangsung alot di ruang sidang Komisi Informasi (KI) Sumbar, Rabu (20/1).

Dua surat keterangan yang disengketakan pemohon di sidang KI Sumbar itu diketahui diterbitkan oleh Kelurahan Korong Gadang Kuranji Kota Padang.

Dalamm sidang itu, Lurah Korong Gadang , Zulfadli mengatakan surat keterangan adalah putusan pejabat tata usaha negara.

Baca Juga

"Dasar terbitnya surat keterangan itu ada persyaratannya dan itu terpenuhi, makanya kami terbitkan surat keterangan, soal pengecekan kebenaran terkait persyaratan tidak kewenangan kelurahan," sebut Zulfadli di hadapan majelis sidang KI, yang dipimpin Ketua Majelis Komisioner KI Nofal Wiska dengan anggota Adrian Tuswandi dan Arif Yumardi.

Terkait pemintaan pemohon untuk membatalkan dua surat keterangan yang disengketakan, Zulfadli menyebut hal itu hanya bisa dilakukan melalui putusan pengadilan Tata Usaha Negara.

"Karena dasar hukum yang diajukan pemohon dokumennya bukan produk kelurahan," tukas Zulfadli.

Sementara pemohon lewat kuasanya Daniel St Makmur menegaskan putusan itu ada dasarnya.

"Harus ada prosedur pengurusan dan mengapa, kami minta syarat dilampirkan itu salinannya, toh yang minta bukan orang lain juga tapi anak kandung dari almarhum," ujar Danil.

Dalam sidang sengketa informasi yang berlangsung Rabu itu, Majelis Komisioner secara bergantian menggali pokok materi sengketa aquo mulai soal informasi yang dikatakan dikecualikan, sampai kepada memperlihatkan ke majelis persyaratan keluarnya dua surat keterangan tersebut.

"Sebelumnya, pada tahap mediasi yang difasilitasi Tanti Endang Lestari, beberapa waktu lalu, para pihak menyepakati dua hal sudah diberikan ke pemohon, sidang fokus ke permohonan data dan informasi tentang syarat-syarat terbitnya surat keterangan kematian dan ahli waris," ujar Ketua Majelis Komisioner KI Sumbar Nofal Wiska.

Melihat masih belum adanya titik terang dan ditambah dengan alotnya persidangan, majelis akhirnya menunda sidang dan akan melanjutkan pada sidang berikutnya dengan agenda pembacaan kesimpulan para pihak.

"Sidang berikut dengan agenda kesimpulan, bakal dilakukan minggu pertama Februari, saat itu akan kami bacakan keputusan terkait register 09/X/KISB-PS/2020," ujar Nofal sambil menutup sidang hari itu.

Komentar