Deri Asta: Sawahlunto Segera Miliki Diskominfo

Metro-117 hit 17-03-2021 20:18
Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal saat sampaikan arahan dalam rakor Diskominfo se Sumbar di Kota Sawahlunto, Rabu (17/3). (Dok : Istimewa)
Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal saat sampaikan arahan dalam rakor Diskominfo se Sumbar di Kota Sawahlunto, Rabu (17/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Sawahlunto, Arunala - Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta menegaskan kotanya segera memiliki Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Buktinya, saat ini Pemko Sawahlunto sedang mengevaluasi beberapa OPD di kota itu dan ada kemungkinan tahun ini ada dua tambahan OPD baru yakni BPBD dan Diskominfo.

"Keberadaan Dinas Kominfo bagi Kota Sawahlunto sepatutnya sudah ada, mengingat perkembangan zaman. Bagi Pemko Sawahlunto mau tidak mau harus mengikutinya," ungkap Deri Asta saat membuka kegiatan rapat koordinasi Dinas Kominfo kabupaten dan kota se-Sumbar, di Kota Sawahlunto, Rabu (17/3).

Baca Juga

Apa lagi, sebut Deri, dengan keberadaan Dinas Kominfo itu bisa dikatakan sejalan dengan visi misi Kota Sawahlunto untuk menjadikan kota ini sebagai smart city.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal menyebut Kota Sawahlunto akan menjadi kota terakhir di Sumbar yang memiliki Dinas Kominfo.

Menyinggung rakor yang diselenggarakan tiga hari itu yakni Rabu (17/3) hingga Jumat (3/9) itu, Jasman mengaku banyak hal yang dibahas.

"Salah satunya menyangkut perbedaan dan validnya data antar dinas instansi masing-masing pemkab dan pemko, sehingga hal itu menyulitkan untuk mendapatkan data yang akurat, misalnya data menyangkut berbagai informasi perkembangan suatu daerah bahkan nagari sekali pun" kata Jasman.

Untuk itu, lanjutnya, melalui rakor kali ini dirinya berharap ke depannya ada sinergitas program antara pemprov, pemkab dan pemko agar tidak ada lagi data yang simpang siur.

Dia juga menyampaikan, dalam rakor itu juga dilibatkan Bappeda dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar.

"Sebab sekarang ini Pemprov Sumbar sedang membina nagari statistik, data berbasis nagari. Makanya kehadiran Bappeda dan BPS sangat dibutuhkan untuk koordinasi data," kata Jasman. (*)

Komentar