Tahun Ini Ditarget 179 Nagari Statistik di Sumbar

Metro-68 hit 19-03-2021 14:43
Rakor Dinas Kominfo se Sumbar yang diadakan di Kota Sawahlunto, Kamis (18/3). (Dok : Istimewa)
Rakor Dinas Kominfo se Sumbar yang diadakan di Kota Sawahlunto, Kamis (18/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Adanya sumber data yang berbeda, menjadikan data sektoral tidak sinkron. Kondisi ini masih terjadi di sejumlah instansi pemerintahan di Sumbar saat ini.

Mengantisipasi ketidaksinkronan data itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar meminta berbagai instansi yang ada di Sumbar hingga kabupaten kota untuk satu visi dalam memberikan atau menyajikan data sektoral yang ada.

"Kenapa bisa tidak ada sinkronisasi data? karena tidak berjalannya rekon data di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tidak kita pungkiri ini disebabkan tidak adanya anggaran juga, akibat refocusing. Sebab itu melalui kegiatan ini mudah-mudahan bisa terjalin koordinasi yang lebih baik lagi," ujar Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informatika, Diskominfo Sumbar, Oni Fajar Syahdi di Kota Sawahlunto, Kamis kemarin (18/3).

Keinginan Pemprov Sumbar, khususnya Dinas Kominfo Sumbar agar adanya harmonisasi data sektoral itu di sampaikan Oni dalam rapat koordinasi Dinas Kominfo kabupaten dan kota se-Sumbar, di Aula Kantor Wali Kota Sawahlunto, saat itu.

"Untuk diketahui, data adalah jenis kekayaan baru bangsa dan lebih berharga dari minyak, begitu Presiden RI, Joko Widodo menyebut," sambung Oni.

Kemudian, selama rakor itu banyak hal penting yang dibahas demi sinkronisasi data statistik sektoral.

Diantaranya optimalisasi pemanfaatan forum data dan informasi pembangunan daerah sebagai wadah komunikasi kegiatan statistik dan pemanfaatan aplikasi sistem satu data.

Di kesempatan itu Oni juga memaparkan beberapa target kerja yang akan dilakukan Dinas Kominfo Sumbar di 2021 ini, seperti peningkatan jumlah nagari/desa/kelurahan statistik di Sumbar.

Menurut Oni, untuk di 2021 ini Dinas Kominfo Sumbar menargetkan sebanyak 179 nagari/desa/kelurahan statistik yang akan dibentuk di Sumbar. Dan di tahun 2025 sudah seluruh nagari/desa/kelurahan statistik di Sumbar.

"Kalau dulu di Sumbar menjadi yang pertama punya Nagari Statistik, mudahan-mudahan nanti kecamatan atau kota statistik pertama di Indonesia juga dari Sumbar," harap Oni.

Pada rakor yang digelar Dinas Kominfo Sumbar ini, pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar diundang sebagai nara sumber.

Komentar