Gubernur: Kajian Lingkungan Harus Jadi Perhatian

Metro-153 hit 22-03-2021 19:32
Gubernur Sumbar Mahyledi saat membuka diskusi high level meeting kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) RPJMD Sumbar 2021-2026, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (22/3). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar Mahyledi saat membuka diskusi high level meeting kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) RPJMD Sumbar 2021-2026, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (22/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Tim ahli KLHS Sumbar, Dr Ardinis Arbain menyebutkan persoalan sampah menjadi salah persoalan terkait isu lingkungan di Sumbar saat ini.

Ini dipaparkan Ardinis dalam diskusi high level meeting kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar 2021-2026, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (22/3).

"Kondisi dan isu lingkungan di Sumbar saat ini. Diantaranya menyangkut sampah yang terkelola hanya 58 persen saja, sisanya masuk ke sungai dan laut," kata Ardinis.

Hal yang diungkapkan Ardinis yakni menyangkut daya beli petani, dan makin hilangnya hutan adalah kondisi real saat ini. Termasuk juga berkurangnya keanekaragaman hayati yang terkena imbas pembangunan.

"Banyak program yang bisa dilakukan, diantaranya harus ada program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, tidak hanya menanam tapi juga program pendukung lainnya. Ekonomi insklusif dan solusinya, investor dari orang dalam negeri sendiri, jangan serahkan tanah pada investor, harus bagi hasil. Pembangunan berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan," sebut Ardinis lagi.

Penjelasan Ardinis ini punya korelasi dengan isu lingkungan di Sumbar diantaranya menyangkut fluktuasi debit air sungai dan penurunan kualitas air, peningkatan alih fungsi lahan, berkurangnya tutupan hutan dan rendahnya kualitas pengolahan sampah.

Adapun diskusi yang dilakukan bersama KLHS Sumbar, tim Pakar, tim Pokja penyusunan KLHS dan kepala OPD hari ini mengupas dan merumuskan sejumlah kajian yang nantinya disinkronisasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2021-2026.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi yang membuka diskusi itu meminta kepada tim ahli penyusunan RPJMD untuk mempedomani rekomendasi KLHS.

"Kajian lingkungan harus jadi perhatian. Kajian lingkungan ini remnya ketika kita ingin memacu pembangunan. Jika lingkungan diabaikan, bukan hasil pembangunan yang akan kita dapat melainkan permasalahan. Apalagi saat ini pembangunan harus efektif efesien, sebab anggaran terbatas. Isu lingkungan sudah tertuang dalam visi misi kita, jadi tinggal mensinergikan untuk optimalisasi RPJMD," kata Mahyeldi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah mengatakan kegiatan high level meeting KLHS RPJMD Sumbar ini dilaksanakan untuk memberi masukan dan pedoman pembangunan dalam RPJMD Sumbar agar sesuai dengan isu-isu serta daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Hansastri menyebut akan menampung rekomendasi dari tim KLHS. "Hasil kajian ini akan kami integrasikan ke dalam RPJMD, sebab KLHS memang masuk dalam pedoman penyusunan RPJMD," ujar Hansastri. (*)

Komentar