Presiden Lantik Nadiem Makarim Jadi Mendikbudristek

Metro-245 hit 28-04-2021 22:52
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim seusai dilantik Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (28/4). (Dok : Istimewa)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim seusai dilantik Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (28/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hari ini (Rabu, 28/4)) menetapkan dan melantik Nadiem Anwar Makarim yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).

Pelantikan ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Bersamaan dengan itu, Presiden juga melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi, serta Laksana Tri Handoko yang dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Rabu itu.

Dikutip dari laman kemendikbud.go.id menyebutkan dalam kesempatan itu, Presiden mengambil sumpah jabatan para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 dan Kepala BRIN yang dilantik pada hari ini, kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, diikuti oleh tamu undangan terbatas yang hadir.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengemban amanah baru dalam upaya memajukan Indonesia," kata Nadiem Anwar Makarim usai pelantikan.

Riset dan teknologi, sebut Nadiem, adalah hal yang dekat di hatinya, sehingga besar harapannya untuk benar-benar meningkatkan kualitas dan inovasi di perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang riset dan teknologi sebagai bagian dari Tridharma perguruan tinggi.

"Kami juga berharap untuk dapat menjadi mitra dan bekerja sama secara dekat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)," jelasnya.

Nadiem juga berpesan penggabungan riset dan teknologi di tingkat perguruan tinggi menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) harus disikapi dengan semangat optimisme dalam upaya mengakselerasi karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, melalui penelitian dan program Kampus Merdeka serta program link and match, sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di abad 21.

"Mari kita semua bergotong royong dalam menjalankan amanah besar ini dengan ketulusan hati, dan kami juga memohon kesabaran seluruh pemangku kepentingan untuk menunggu arahan yang tercantum di Peraturan Presiden yang mengatur skema organisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi," tutup Nadiem. (*)

Komentar