Sulut, Arunala.com– Abu vulkanik dari letusan Gunung Ruang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengakibatkan Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara, Jumat (29/4/2024).
Penutupan itu dilakukan pihak Otoritas Jasa Bandara (Otban) setempat mengingat kondisi dari abu vulkanik ini berdampak pada keamanan dan keselamatan penerbangan.
Dari pres rilis yang dikeluarkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, erupsi yang terjadi sejak Selasa lalu (16/4/2024) berdampak pada penutupan operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.
Bandara yang berjarak sekitar 95 km dari Gunung Ruang masih tutup sementara waktu.
"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor penutupan bandara diperpanjang hingga hari ini, Jumat (19/4/2024), pukul 06.00 – 18.00 WITA," ujar dia.
Menurutnya, distribusi abu vulkanik Gunung Ruang terpantau hingga Kabupaten Minahasa Utara pada Kamis kemarin (18/4).
Sementara itu, Otoritas kegunungapian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah menetapkan status aktivitas vulkanik Gunung Ruang pada level tertinggi atau IV (Awas) pada 17 April 2024, pukul 21.00 WITA.
Rekomendasi pada level tersebut di antaranya, masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung dan wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif gunung.
Kemudian masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.
Selanjutnya, masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut.
Terakhir, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.(*)


Komentar