Upaya Pemprov Sumbar Berbuah Manis, Pusat Kucurkan Dana Setengah Triliun untuk Bangun Jalan

Metro- 22-04-2024 18:49
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mendamping Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau salah satu pengerjaan proyek perbaikan infrastruktur di Sumbar belum lama ini. (Dok : sumbarprov.go.id)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mendamping Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau salah satu pengerjaan proyek perbaikan infrastruktur di Sumbar belum lama ini. (Dok : sumbarprov.go.id)

Padang, Arunala.com – Upaya Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) meraih dana pusat untuk peningkatan kualitas sejumlah infrastruktur jalan berhasil.

Hal tersebut ditandai dengan dialokasikannya dana pusat sebesar Rp 478,6 miliar untuk peningkatan kualitas jalan daerah di Sumbar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Kementerian PUPR Tahun 2024.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengaku bersyukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya raihan itu tidak terlepas dari massif dan gencarnya upaya pemprov bersama 14 kabupaten kota lainnya di Sumbar dalam berburu sumber dana selain APBD untuk membangun Ranah Minang tercinta.

"Alhamdulillah, usulan Pemprov Sumbar untuk pembangunan jalan disetujui, hampir setengah triliun alokasi yang didapat dari Pemerintah Pusat. Ini berkat gencarnya upaya kita bersama kabupaten kota dalam membangun sinergitas dengan Pemerintah Pusat," jelas Mahyeldi di Padang, Minggu (21/4).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Mahyeldi dengarkan paparan Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani. (Dok : sumbarprov.go.id)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Mahyeldi dengarkan paparan Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani. (Dok : sumbarprov.go.id)

Memperkuat apa yang disampaikan Mahyeldi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi pun merinci sejumlah ruas jalan di Sumbar yang disetujui Kementerian PUPR dibangun menggunakan dana Inpres Jalan Daerah Tahun 2024.

Ruas jalan tersebut di antaranya, Jalan Bawan Tuo-Padang Bio-bio dengan anggaran sebesar Rp11 miliar, Jalan Kampung Ladang-Sei Gimbar Ganting (Rp 11,9 miliar), Preservasi Jalan Ekowisata Bukit Cambai (Rp 7,3 miliar).

Selanjutnya, Pembangunan Jembatan Lubuk Pauh dengan anggaran sebesar Rp 27,9 miliar, Jalan Batas Kota Payakumbuh-Sitangkai (Rp 49,2 miliar), Batas Kota Payakumbuh-Sitangkai paket 2 (Rp 49,4 miliar). Jalan Simpang Silaut III-Silaut III (Rp 39,3 miliar).

Ditambah Jalan Piobang Koto-Panjang dan Jalan Tanjung Pati-Simalanggang (Rp 24,9 miliar). Jalan Simpang III Rumbai-Muara Tais (Rp 34,8 miliar). Juga ada Jalan Tanjung Bonai Aur-Tamparungo (Rp 16,8 miliar).

Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldi. (Dok : sumbarprov.go.id)
Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldi. (Dok : sumbarprov.go.id)

Kemudian, Jalan Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu (Rp 152 miliar), Jalan M Hatta (Rp 28 miliar), Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato (Rp 23,9 miliar), Jalan Sungai Rumbai-Batas Solok Selatan (Rp47,3 miliar).

Begitu juga untuk jalan, Rimbo Data-Kapujan (Rp 43,4 miliar), Jalan S. Sungkai-Log Batu Sandi/Batas Kabupaten Dharmasraya (Rp 48,7 miliar) dan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok (Rp 62,4 miliar).

"Rincian tersebut berdasarkan data IJD Kementerian PUPR untuk Tahun 2024 yang akan dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional," ungkap Medi Iswandi.

Lebih jauh ia menerangkan, proses pengusulan pembiayaan untuk pembangunan atau perbaikan jalan melalui program IJD tidak instan. Tapi mesti melalui beberapa tahapan dan mekanisme resmi.

Diantaranya penyusunan usulan proyek pemerintah kabupaten/kota menyusun usulan proyek yang dilengkapi dengan readyness kriteria seperti dokumen perencanaan teknis, dokumen lingkungan.

Kemudian kesiapan lahan, kesiapan menerima hibah, pakta integritas dan berita acara pembahasan kemudian diajukan melalui Pemerintah Provinsi.

Proses ini, jelas Medi, melibatkan analisis kebutuhan, identifikasi lokasi yang memerlukan perhatian khusus, dan penentuan anggaran yang diperlukan.

Gubernur Mahyeldi bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono	saat meninjau pengaturan lalu lintas mudik Lebaran belum lama ini. (Dok : sumbarprov.go.id)
Gubernur Mahyeldi bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono saat meninjau pengaturan lalu lintas mudik Lebaran belum lama ini. (Dok : sumbarprov.go.i

Usulan proyek jalan diajukan kepada pihak yang berwenang, seperti Kementerian Pekerjaan Umum. Usulan proyek dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan prioritas pembangunan nasional atau regional, serta ketersediaan sumber daya yang diperlukan. Proses evaluasi ini melibatkan penilaian teknis, finansial, dan kebijakan.

"Banyak hal yang mesti disiapkan daerah untuk memperoleh dana IJD ini, tidak bisa hanya bermodalkan kedekatan semata. Perlu keseriusan dan komitmen yang kuat dari kepala daerahnya," tegas Medi lagi.

Medi juga menyebut, keseriusan Gubernur dalam memacu laju pembangunan di Sumbar tidak hanya pada jalan nasional saja. Tapi juga untuk kelanjutan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru, seksi Sicincin – Bukittinggi – Payakumbuh.

Gubernur sudah menyampaikan kembali usulan kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat tanggal 24 januari 2024 nomor 620/335-BM/BMCKTR-2024 perihal Lanjutan Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekan Baru Seksi Sicincin – Bukittinggi – Payakumbuh.

Disamping mengirimkan surat usulan, Wakil Gubernur Audy Joinaldy juga telah menemui Dirjen Bina Marga dan Direktur Jalan Bebas Hambatan kementeri PUPR, Dr. Triono Junoasmono, ST, MT untuk melakukan pembahasan.

Hasilnya, usulan tersebut disetujui, hal itu ditandai dengan adanya usulan perubahan Kepres percepatan pembangunan Jalan Tol Padang - Sicincin oleh Kementerian PUPR.

"Diperkirakan April 2024 ini Kepres tersebut sudah ditandatangani Presiden dan pada Oktober nanti kita sudah bisa mulai memproses persyaratan Redines criteta yg dibutuhkan, salah satunya adalah penetapan lokasi oleh pemprov, karena persyaratan teknis lainnya dipersiapkan oleh PT HK,"pungkasnya Medi. (Adv)

Komentar