Kadar Udara di Kota Pariaman Diukur

Metro- 18-06-2021 19:55
Pegawai dari Dinas Perkim LH Pariaman saat mengambil sampel udara di salah satu titik di Kota Pariaman, Kamis (17/6). (Dok : Istimewa)
Pegawai dari Dinas Perkim LH Pariaman saat mengambil sampel udara di salah satu titik di Kota Pariaman, Kamis (17/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Empat unit alat passive sampler yang sebelumnya dipasang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) di beberapa tempat Kota Pariaman, diambil kembali.

Tujuan diambilnya kembali alat yang sudah dipasang selama 14 hari itu, untuk mengetahui kadar udara yang ada di Pariaman selama beberapa hari belakang.

"Menggunakan alat passive sampler merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan untuk mengukur udara ambien dengan parameter ukur NO2 (Nitrogen Dioksida,) dan SO2 (Sulfur Dioksida) di kota ini," ujar Kepala Dinas Perkim LH Pariaman, Muhammad Syukri, Kamis siang (17/6).

Baca Juga

Kegiatan pemantauan udara ambien tersebut, sebutnya, bertujuan untuk menyimpulkan kondisi kualitas udara di wilayah yang bersangkutan, dalam bentuk Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Dinas Perkim LH Pariaman, sambung Syukri, telah memasang alat passisve sampler di empat titik yang mewakili kawasan industri, kawasan perkantoran, kawasan permukiman dan kawasan transportasi.

Untuk Kota Pariaman, alat ini kami pasang di kawasan Industri yang diwakili oleh industri mie Matahari, Jalan Sentot Ali Basa, Desa Jati Hilir. Untuk kawasan perkantoran titiknya di kantor Balaikota Pariaman, Jalan Imam Bonjol No. 44, Desa Cimparuah," tuturnya.

Kemudian untuk kawasan permukiman, Syukri menlanjutkan, diwakili kawasan perumahan Kampung Baru, Jalan H Agus Salim, Desa Kampung Baru, dan untuk kawasan transportasi, titiknya di Jalan Imam Bonjol, Kampung Paneh, Desa Bungo Tanjuang.

Syukri menjelaskan, pemasangan alat ini dilakukan serentak se-Indonesia, yakni pada 3 Juni 2021 lalu, dan sampel yang sudah didapatkan nantinya akan dikirim ke Laboratorium yang telah ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu PT Anugrah Analisis Sempurna (AAS) yang berlokasi di Depok, Jawa Barat.

"Sedangkan untuk pengambilan sampel, dilakukan dua kali dalam setahun, dan untuk saat ini adalah passive sampler yang pertama dilakukan, sehingga nantinya kami bisa mengetahui IKU Kota Pariaman tiap tahunnya, untuk 2020 lalu, IKU Kota Pariaman adalah 94,76 dengan kategori sangat baik," pungkas Syukri.

Komentar