Hendri Septa: Peran Taman Siswa Tidak Diragukan Dalam Pendidikan

Edukasi- 03-07-2021 20:01
Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama pengurus Perguruan Taman Siswa Padang seusai peringatan HUT ke-99 Taman Siswa, Sabtu (3/7). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama pengurus Perguruan Taman Siswa Padang seusai peringatan HUT ke-99 Taman Siswa, Sabtu (3/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Wali Kota Padang, Hendri Septa menyebutkan Taman Siswa jadi barometer dalam keberhasilan dalam pendidikan. Ini sejalan dengan salah satu visi-misi Kota Padang yakni memajukan pendidikan.

Hal ini disampaikan Hendri Septa saat menghadiri peringatan HUT ke-99 Taman Siswa, di kompleks perguruan di Taman Siswa Padang, Sabtu pagi (3/7).

"Pemko Padang tak bisa sendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peran swasta seperti Taman Siswa jelas sangat dibutuhkan pemko," kata Hendri Septa saat itu.

Peran dari Perguruan Taman Siswa dalam memajukan pendidikan tak diragukan lagi. Apalagi dari sejarah keberadaan Taman Siswa di Indonesia, termasuk di Kota Padang, keberadaan perguruan ini mulai dari sekolah menengah hingga pendidikan tinggi telah membantu Padang dalam memajukan pendidikan.

Hendri menyebutkan alumni dari Taman Siswa juga telah berbuat banyak di Sumbar khususnya di Padang. Hampir disemua elemen alumni Taman Siswa ini menjadi motivator dalam berkegiatan.

Dia menilai Taman Siswa mulai menerapkan merdeka belajar dilingkungannya. Ini sudah sejalan dengan kebijakan yang diterapkan Kemendikbud Ristek saat ini. Cara belajar di Taman Siswa ini dinilai sudah memerdekakan pola pikir siswanya.

"Tak hanya mengajarkan siswa dengan berbagai ilmu, tapi juga memotivasi para siswanya sehingga muncul ide kreatif dalam belajar," ujar Hendri Septa.

Dirinya juga menyatakan akan mengandeng tokoh Taman Siswa di Padang ini untuk berdiskusi dalam mewujukan pendidikan yang maju.

"Ini tak ingin sekadar wacana. Tapi bisa segera diaplikasikan. Sebab dengan usianya 99 tahun Taman Siswa ini bisa memberi warna dalam sektor pendidikan di Kota Padang," terang Hendri lagi.

Di sisi lain, Hendri menyampaikan tahun ini Pemko Padang mengganggarkan sekitar Rp40 miliar untuk kegiatan dan program pendidikan. Baik itu kegiatan formal dan non formal. Soalnya dia melihat pentingnya dukungan anggaran melalui APBD Padang memajukan pendidikan.

Ketua Yayasan Taman Siswa, Irwandi Yusuf, menyebutkan pihaknya siap bersama membangun Padang khususnya dalam pendidikam dengan Pemko Padang. Ia juga menyebutkan pihaknya secara internal juga terus berbenah.

"Kami akan kerahkan semua potensi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumbar, khususnya di Padang," katanya.

Ketua DPC Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa Padang, Novrianto menyampaikan, Ki Hajar Dewantara melalui Tamansiswa-nya telah membuka mata dan hati anak bangsa untuk cerdas dan merdeka, membangun negeri sendiri yang kaya akan segalanya, sehingga tidak ada pembodohan lagi dari masa-kemasa.

"Sekarang sudah banyak sekolah dan pusat pendidikan lainnya, namun semua mulai meninggalkan jiwa merdeka, melakukan intervensi dan tekanan pada siswa, sehingga banyak masyarakat merasa niat tulus Ki Hajar Dewantara mulai sirna ditelan kerakusan materi dan kekuasaan," tegas Novrianto

Dia berharap, kembalikan jiwa merdeka itu pada anak bangsa, jangan ada lagi diskriminasi pendidikan pada si-miskin, dan memberi fasilitas luar biasa pada si-kaya, sehingga nilai-nilai kebersamaan untuk jiwa merdeka bisa dirasakan kembali.

"Saat ini bagaimana secara bersama bisa membangun pendidikan dengan motto Ki Hajar Dewantara sadumuk bathuk, sanyaring bunyi, rawe-rawe rantas, malang-malang Putung, dengan bahasa Minang-nya, Saciok bak ayam, sadantiang bak basi," kata Novrianto.

Komentar