ASDP Padang Tetap Batasi Jumlah Penumpang

Metro-304 hit 13-07-2021 15:37
Petugas pintu masuk kapal penyeberangan memeriksa dokumen hasil rapid test atau antigen calon penumpang di pelabuhan Bungus Padang, Selasa siang (13/7). (Dok : Istimewa)
Petugas pintu masuk kapal penyeberangan memeriksa dokumen hasil rapid test atau antigen calon penumpang di pelabuhan Bungus Padang, Selasa siang (13/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Seiring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang, Selasa (13/7) ini, sejumlah pintu masuk menuju kota ini mulai diperketat penjagaannya.

Penjagaan ketat juga dilakukan personil gabungan di Pelabuhan Penyeberangan Bungus, Teluk Kabung, Padang, pada hari yang sama.

Adanya pos PPKM Darurat di pelabuhan penyeberangan itu dibenarkan General Manager (GM) PT ASDP Padang, Arsil saat dihubungi Arunala.com , Selasa siang.

Baca Juga

"Kalau untuk persyaratan bagi calon penumpang yang akan berangkat dengan kapal kami harus merujuk pada SE Kemenhub No.45/2021 yang membatasi jumlah penumpang hanya 70 persen dari total kapasitas yang ada di kapal," kata Arsil.

Terus yang kedua, lanjutnya, persyaratan untuk penyebarangan karena masuk kategori perjalanan darat masih memberlakukan rapid test dan antigen. "Jadi bisa dikatakan persyaratannya hampir sama untuk kendaraan bus maupun kereta api," sebut Arsil lagi.

Ditanya apabila calon penumpang berbekal hasil vaksin, apakah diboleh naik kapal dan tidak lagi menjalani rapid test atau antigen?

Untuk hal ini, Arsil menjelaskan dalam algomerasi satu kewilayahan memang ada persyarat vaksin, karena sekarang ini Pemprov Sumbar lagi menggalakkan vaksinasi.

"Dan saya menilai hal ini akan membantu mempermudah masyarakat untuk bisa berangkat," kata Arsil.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy meminta masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk penyeberangan menuju Kabupaten Mentawai dan sebaliknya harus memiliki sertifikat vaksinasi atau bisa mendapatkan vaksinasi di pelabuhan.

"Hal ini sudah diberlakukan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Ini perlu pula diterapkan di Sumbar untuk meningkatkan capaian vaksinasi," katanya saat meninjau Pelabuhan Samudera Bungus di Padang Minggu (11/7) kemarin.

Audy mengatakan capaian vaksinasi akan sangat berpengaruh untuk pengendalian Covid-19 di Sumbar karena dengan vaksinasi imun tubuh akan meningkat dan sulit diserang oleh virus.

Audt menambahkan upaya vaksinasi di Sumbar telah dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan Gebyar Vaksinasi yang telah dilakukan dalam 3 tahap.

"Meskipun capaian sudah meningkat hingga lebih dari 36 persen namun secara umum Sumbar masih berada di peringkat bawah dibandingkan provinsi lain di Indonesia," kata Audy Joinaldy.

Komentar