Ratusan Nakes RSUD Solok Sempat Terpapar Covid

Metro-214 hit 12-08-2021 07:05
Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin serahkan bantuan peralatan oksigen kepada RSUD M Natsir Kota Solok, Rabu (11/8). (Foto : Derizon)
Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin serahkan bantuan peralatan oksigen kepada RSUD M Natsir Kota Solok, Rabu (11/8). (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Sejak virus corona mewabah di Kota Solok dan kabupaten Solok beberapa waktu lalu, setidaknya sebanyak 160 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir Kota Solok terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dampak Covid-19, tercatat ratusan nakes baik dokter, perawat dan lainnya terpapar wabah virus Covid-19," kata Wakil Direktur RSUD M Natsir, Elfahmi di Solok, Rabu kemarin (11/8).

Menurut dia, ratusan nakes terpapar Covid ini sebagian sudah sembuh, sebagian masih menjalani perawatan baik rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga

"RSUD dalam menangani pasien Covid-19 sudah menyiapkan tempat tidur," jelasnya.

Dia menyatakan, dalam penanganan Covid-19, RSUD sudah menyiapkan tenaga sumber daya manusia baik spesialis paru, jantung dan lainnya.

"Sedangkan untuk ruang isolasi pasien Covid-19 terdapat 24 ruang, dua diantaranya itu pun kondisinya sudah penuh," sebut dia.

Menurutnya, RSUD M Natsir saat ini hanya menjalani pasien kondisi khusus sedang dan berat.

"Sedangkan penderita Covid kondisi ringan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah dengan diawasi nakes," ujar Elfahmi.

Menyinggung peralatan untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD itu, dirinya mengaku masih kurang.

Misalnya seperti alat ventilator, pihak rumah sakit harus meminjam dari ruangan lain, belum lagi masalah stok oksigen.

Saat ini pasokan oksigen sebanyak 50-80 tabung, itupun datangannya tidak pasti. Sedangkan kebutuhan oksigen 130-150 tabung perhari.

"Untuk antisipasi, RSUD menjalani kerjasama dengan pihak distributor oksigen yang ada di Sumbar, serta meminta bantuan pada Pemko Solok dan lainnya guna penanganan pasien Covid-19," jelas Elfahmi.

Sementara itu, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin yang memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal di Kota Solok pada Rabu itu mengaku cukup prihatin dengan kondisi nakes yang banyak terpapar wabah Covid-19.

"Tenaga kesehatan memiliki risiko terpapar yang lebih besar karena selalu berinteraksi," ujar Hassanudi.

Karena itu, dirinya berharap ke depannya kondisi tenaga kesehatan bisa lebih terlindungi dari risiko terpapar Covid-19 dan itu menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat luas.

Di sisi lain, Wali Kota Solok, Zul Elfian mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Pangdam I Bukit Barisan yakni Oxigen Concentator untuk Kota Solok.

"Bantuan ini sangat besar manfaatnya dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Solok," sebut dia.

Menurut dia, apa yang dikatakan wakil direktur RSUD M Natsir Kota Solok merupakan kondisi dialami daerah itu saat ini.

"Itu yang dirasakan di Kota Solok dalam penanganan Covid," imbuh Zul Elfian.

Komentar