Bupati Pessel: Satu dari Lima Pasien Diare Meninggal Karena Sakit Bawaan

Metro- 05-05-2024 15:06
Bupati Pessel Rusman Yul Anwar saat menjenguk pasien yang terserang diare di Puskesmas Surantih, Sabtu malam (4/5/2024) kemarin. (Dok : diskominfo pessel)
Bupati Pessel Rusman Yul Anwar saat menjenguk pasien yang terserang diare di Puskesmas Surantih, Sabtu malam (4/5/2024) kemarin. (Dok : diskominfo pessel)

Padang, Arunala.com - Jumlah pasien meninggal akibat terserang diare di Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bertambah satu orang lagi, sehingga korban menjadi lima orang.

Adanya lima pasien yang meninggal akibat diare itu dibenarkan Bupati Pessel Rusman Yul Anwar saat dihubungi Arunala.com, Minggu siang (5/5/2024).

Namun begitu Rusman Yul Anwar mengklarifikasi bila pasien yang terakhir meninggal itu bukan murni disebabkan oleh diare saja.

"Saya jelaskan, korban yang terakhir meninggal malam kemarin itu juga diakibatkan oleh penyakit bawaan pasien sebelumnya. Kemudian korban ini sakitnya makin kronis setelah alami diare," kata Rusman Yul Anwar.

Penjelasan Bupati ini dibenarkan juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pessel, Intan saat dihubungi terpisah.

"Korban yang meninggal yang masuk rawatan itu juga disebabkan sakit bawaan lainnya, yakni kejang dan demam," ungkap Intan.

Dia menambahkan, saat ini pihak Dinas Kesehatan Pessel masih mengumpulkan data surveillance bersama pihak rumah sakit.

Intan menerangkan, penanganan kasus luar biasa (KLB) diare di Surantih ini telah dilakukan pihak Pemkab Pessel, mulai dari penyelidikan penyebab diare dengan bekerja sama dengan Labkesda provinsi, dan supervisi dari Dinkes Sumbar, serta dibantu laboratorium Unand.

Selanjutnya, secara intensif melakukan penyuluhan memasak air minum dan makanan hingga matang melalui petugas puskesmas, wali nagari, dan pengumuman mesjid, dan mobil media Kominfo Pessel.

"Atas penetapan status KLB ini, seluruh biaya perawatan pasien terserang diare itu digratiskan pembiayaannya," ungkap Intan.

Dia menerangkan sejak kasus diare terjadi di Surantih, pemkab lalu menetapkan status KLB sejak Minggu (21/4/2024) hingga saat ini.

Guna mengantisipasi adanya lonjakan kasus ini, pihak dinas menyiagakan RSUD M Zein Painan untuk menampung pasien yang harus dirujuk termasuk penyediaan tempat tidur tambahan.

Ditambahkannya, hari ini (Minggu, red) BPOM datang untuk mengambil dan meneliti ulang sampel air yang diyakini penyebab timbulnya kasus diare di Surantih itu.

Selanjutnya Intan menyebutkan, dari kasus diare itu 143 orang sempat dirawat. Dari jumlah itu 104 orang dinyatakan sembuh, lima orang meninggal, 15 orang dirawat. (*)

Komentar