Pariaman, Arunala.com – Kinerja Pj Wali Kota Pariaman Roberia menjalankan lima program prioritas yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, diapresiasi Kemendagri.
Apresiasi ini diberikan Kemendagri setelah Pj Wali Kota Pariaman ini menyampaikan ekspose kinerja pada evaluasi triwulan II dari Inspektorat Jenderal (Itjen) kementerian ini, Jakarta, Senin siang (29/4/2024).
Tim evaluator Itjen Kemendagri yang dipimpin Teguh Narutomo ini, menilai apa yang dikerjakan Pj Wali Kota ini bisa dikatakan mencapai target yang telah ditentukan Pemko Pariaman.
“Bahkan, ada lagi beberapa capaian indikator kinerja lainnya yang telah ia lakukan untuk kemajuan Kota Tabiuk itu, ” kata Teguh Narutomo.
Dalam penilaian timnya, Teguh menyebutkan lima program strategis yang berhasil dilaksanakan Roberia itu seperti Inflasi, penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrim, pengangguran terbuka dan penyerapan anggaran, telah dikerjakan dan dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sebelumnya, dalam ekspose Roberia dihadapan tim evaluator Itjen Kemendagri memaparkan berbagai capaian sudah dikerjakan selama dirinya menjabat sebagai Pj Wali Kota Pariaman ini.
Kemudian Roberia menjelaskan, disamping kebijakan lima program prioritas nasional yang dikerjakan di Pemko Paraian, dirinya juga membuah program pembangunan lainnya untuk kemajuan Kota Pariaman itu.
“Kami dari pemko juga membuat kebijakan untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah yang dipimpinya misalnya peningkatan gaji/honor tenaga non ASN, memperjuangkan seluruh tenaga non ASN untuk menjadi PPPK serta pembentukan Komite Dewan Ekonomi Syariah (KDEKS) kabupaten kota pertama se Indonesia,” tukas Roberia.
Dari apa yang dijelaskan Roberia itu, setidaknya punya outcome bagi Kota Pariaman, misalnya tentang peningkatan gaji para tenaga honorer Non ASN di Pemko Pariaman, yang akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup bagi keluarga mereka.
“Selanjutnya pembentukan KDEKS tingkat Kota yang pertama di Indonesia, dapat menjadikan Kota Pariaman sebagai rujukan untuk daerah kabupaten/kota lainya di Indonesia, termasuk angka kemiskinan ekstrem di Pariaman sudah 0 persen,” tutup Roberia. (*)


Komentar