Agam, Arunala.com--Jumlah korban banjir bandang dan lahar hujan yang menerjang kawasan Kabupaten Agam, Tanahdatar dan Kota Padangpanjang pada Sabtu (11/5/2024) malam, terus bertambah.
Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar melalui akun media sosial Instagram Humas Polda Sumbar @humaspoldasumbar mengabarkan update korban bencana tersebut.
Dalam unggahannya, update korban tersebut hingga Senin, 13 Mei 2024 pukul 19:00. Korban meninggal dunia dalam bencana tersebut adalah 52 orang dengan 50 korban terindentifikasi dan 2 orang belum teridentifikasi. Selain itu, korban hilang sebanyak 17 orang, korban dirawat sebanyak 14 orang.
Update tersebut terjadi penambahan dari update sehari sebelumnya. Sebelumnya, diungkapkan korban bencana tersebut menelan korban jiwa yang 37 orang meninggal dunia dengan 35 korban terindentifikasi dan 2 belum terindentifikasi.
Sementara itu korban hilang dilaporkan sebanyak 17 orang dan korban dirawat sebanyak 13 orang.
Polda Sumbar Dirikan Dapur Umum
Sebelumnya, Polda Sumbar turun tangan untuk membantu logistik korban banjir lahar hujan di Kabupaten Agam. Bantuan yang diberikan oleh Tim Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumbar adalah dapur lapangan yang menyiapkan makanan untuk para korban.
“Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah. Dapur lapangan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi korban galodo,” ujar Kasi Logistik Sat Brimob Polda Sumbar AKP Budi Rahmat.
AKP Budi Rahmat menambah dapur lapangan ini mampu menyediakan 500 paket makanan setiap harinya. "Selain dapur lapangan Sat Brimod juga menurunkan mobil Water Treatment yang mampu menyediakan air siap minum," ucap AKP Budi Rahmat.
Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan berdampak pada wilayah yang sudah terkena bencana. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dan tidak berada di dekat aliran sungai atau lereng bukit yang rawan longsor.
"Dapur lapangan ini diharapkan akan bertahan selama periode tanggap darurat berlangsung dan siap sedia untuk ditingkatkan kapasitasnya jika kebutuhan semakin meningkat," harapnya.(*)


Komentar