Padang, Arunala.com--RSUP M Djamil telah menerima tujuh pasien akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Enam di antaranya korban di Sitinjaulauik dan satu korban galodo dari Kabupaten Agam.
“Dari ketujuh korban yang dibawa ke RSUP M Djamil, dua di antaranya sudah meninggal dunia. Kedua jenazah itu korban longsor di Sitinjaulauik. Dan sudah dilakukan pemulasaran jenazah dan sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua kepada wartawan, Selasa (14/5) siang.
Ia mengatakan dua korban longsor lainnya sudah diperbolehkan pulang, Senin (13/5/2024). "Artinya per hari ini kami masih merawat tiga pasien secara intensif di ruang perawatan," tutur Dovy.
Dokter spesialis fetomaternal tersebut juga menyatakan sebagai rumah sakit rujukan utama untuk wilayah Sumatera Barat maupun Sumatera Bagian Tengah, RSUP M Djamil siap menghadapi berbagai kemungkinan, terutama yang berkaitan dengan bencana.
“Alhamdulillah kita di sini, sudah memiliki tim kesipasiagaan bencana yang siap diaktifkan dan bekerja jika kapanpun bila diperlukan, baik secara tenaga maupun secara fasilitas pendukung lainya, dan tentu kita di sini (RSUP M Djamil) memiliki tanggung jawab moril atas kejadian yang terjadi saat ini,” tutur dr.Dovy.
Selain itu, RSUP M Djamil terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait peristiwa banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat.
“Tentunya mari bersama-sama kita berdoa semoga Sumatera Barat khususnya daerah yang terdampak bencana segera pulih kembali sepeti sediakala, dan kita semua dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya. (*)


Komentar