Tanahdatar, Arunala.com--Korban bencana banjir lahar hujan yang melanda Sumatera Barat, terus bertambah. Data terbaru dari DVI Kepolisian Daerah Sumbar, 56 orang dinyatakan meninggal dunia dan 15 orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Banjir yang membawa material bebatuan besar dan pepohonan itu terjadi pada Sabtu (11/5/2024) malam ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar melalui akun media sosial Instagram Humas Polda Sumbar @humaspoldasumbar mengabarkan update korban bencana tersebut.
Dalam unggahannya, update korban tersebut hingga Selasa, 14 Mei 2024 pukul 19:00. Korban meninggal dunia dalam bencana tersebut adalah 56 orang dengan 48 korban terindentifikasi dan 8 orang belum teridentifikasi. Selain itu, korban hilang sebanyak 15 orang, korban dirawat sebanyak 9 orang.
"Update data korban bencanabanjir Sumbar Selasa 14 Mei 2024," tulis Humas Polda Sumbar melalui laman Instagram @humaspoldasumbar.
Update tersebut terjadi penambahan dari update sehari sebelumnya. Sebelumnya, diungkapkan korban bencana tersebut menelan korban jiwa yang 52 orang dengan 50 korban terindentifikasi dan 2 orang belum teridentifikasi. Selain itu, korban hilang sebanyak 17 orang, korban dirawat sebanyak 14 orang.
Pembangunan Jembatan Darurat
Di sisi lain, Bupati Tanahdatar Eka Putra meninjau pembersihan material banjir bandang di Simpang Manunggal dan dilanjutkan meninjau pembuatan jembatan darurat penghubung Nagari Sawah Tangah menuju Nagari Sungai Jambu Kecamatan Pariangan, Selasa (14/5/2024).
"Terima kasih saya atas kerja keras semua, terutama petugas, relawan dan instansi terkait lainnya, dalam membersihkan jalan, rumah masyarakat dan juga mencari korban jiwa di aliran sungai," tutur Bupati.
Dan tentunya, tambah Eka Putra, Pemkab akan sekuat tenaga akan hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana ininext


Komentar