Tanahdatar, Arunala.com--- Banjir Bandang yang melanda Kabupaten Tanahdatar mengakibatkan rusaknya infrastruktur sehingga juga berdampak pada sektor pendidikan. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Tanahdatar memperbolehkan sekolah yang terdampak bencana banjir bandang untuk menggelar pembelajaran secara daring.
"Bagi nagari yang terdampak bencana banjir bandang boleh untuk melaksanakan pembelajaran secara daring sampai situasi terkendali," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanahdatar Inhenri Abas di Batusangkar, Rabu (15/5/2024).
Mengingat cuaca dan curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Tanahdatar, dia mengimbau kepada satuan pendidikan untuk tetap waspada dan siaga serta saling berkoordinasi dengan perintahan nagari setempat.
"Lakukan pemantauan disekitar tebing dan bantaran sungai, aktifkan handphone 24 jam dan pastikan baterai handphone tetap penuh dan segera melaporkan kalau ada kejadian di wilayah masing-masing," imbaunya.
Ia mengatakan semua kegiatan yang sudah direncanakan yang sifatnya di luar sekolah termasuk karya wisata agar dibatalkan. Kemudian lakukan pendataan terhadap kondisi sekolah dan siswanya yang terkena bencana dan segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan.
"Guru laki laki agar melakukan bakti sosial turun ke lokasi banjir bandang, tempat umum, tempat ibadah, rumah penduduk yang tertimbun lumpur. Kemudian membantu siswa yang perlengkapan belajarnya hanyut seperti pakaian, buku, sepatu, tas, dan lainnya," ajaknya. (*)


Komentar