Jumlah Korban Beda-beda, Sekprov Sumbar Klaim Data Masih Sementara

Metro- 16-05-2024 18:48
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Hansastri didampingi Kadis Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah, saat jumpa pres di Kantor Kominfo Sumbar, Kamis (16/5/2024). (dok : arunala.com)
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Hansastri didampingi Kadis Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah, saat jumpa pres di Kantor Kominfo Sumbar, Kamis (16/5/2024). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Persoalan data korban bencana banjir bandang di Sumbar, jadi pertanyaan sejumlah wartawan jumpa pres yang dilaksanakan Dinas Kominfotik Sumbar, Kamis (16/5/2025).

Pasalnya, diantara awak media yang hadir dalam jumpa pers itu mendapatkan ada beberapa instansi yang merilis jumlah korban dengan data berbeda-beda, akibatnya jumlah korban simpang siur jadinya.

"Kami apresiasi langkah cepat Pemprov Sumbar merespon penanganan pasca bencana, namun kami juga bingung, data korban yang kami dapatkan berbeda-beda antara instasi satu dengan instansi yang lainnya," ungkap salah seorang wartawan kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Hansastri dalam jumpa pers masa tanggap darurat pasca bencana banjir bandang Sumbar itu.

Selain wartawan, jumpa pres yang dipandu Kepada Dinas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah, itu juga dihadiri stakeholder terkait.

Sedangkan wartawan lainnya juga menyampaikan hal yang sama, termasuk soal slow responnya pihak BPBD Sumbar dalam meng-update data korban.

"Kami di lapangan jadi rancu, data korban dari instansi mana yang mau dipegang. Contoh update data hari ini, untuk jumlah korban meninggal saja berbeda-beda, ada menulis 64 orang, ada juga menerangkan 61 orang bahkan ada yang sebut korban meninggal itu berjumlah 59 orang. Jadi mana yang benar datanya pak," ucap wartawan ini.

Menyikapi pertanyaan sejumlah wartawan itu, Hansastri mengungkapkan bila data korban yang digunakan Pemprov Sumbar hasil koordinasi dari DVI Polda Sumbar untuk saat ini.

Namun menilik dari penjelasan dari para wartawan itu, Hansastri lalu meminta pihak BPBD Sumbar mengkoordinasikan pihak-pihak yang mempublikasi data korban bencana banjir bandang itu agar tidak simpang siur.

"Memang secara aturan, BPBD lah yang harus mengakomodir data menyangkut korban banjir bandang itu dari beberapa pihak termasuk dari BPBD kabupaten kota. Dengan begitu data yang keluar tidak lagi beda-beda," kata Hansastrinext

Komentar