Tanahdatar, Arunala.com - Masyarakat di Jorong Jirek Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanahdatar mendesak pemkab setempat secepatnya membantu pemulihan kondisi di nagari itu.
Pasalnya, kejadian banjiri bandang lahar dingin Gunung Marapi mengakibatkan areal persawahan milik masyarakat rusak.
"Bencana banjir bandang membuat hampir 20 hektare (ha) areal persawahan masyarakat Nagari Andaleh rusak, dampaknya tidak bisa untuk bertanam beberapa waktu," ungkap tokoh masyarakat Nagari Andaleh, Angku Ladang saat bertemu Bupati Tanahdatar, Eka Putra yang berkunjung ke nagari itu, Jumat (17/5/2024) kemarin.
Angku Ladang menyebutkan, kondisi persawahan yang rusak di nagari itu terlihat cukup parah, karena tertimbun bebatuan, tumpukan kayu serta lumpur yang hanyut terbawa arus banjir bandang itu.
"Tidak itu saja, sumber air bersih di nagari itu juga rusak diterjang banjir bandang, pada hal sumber air bersih itu sebelumnya dimanfaatkan 630 kepala keluarga (KK) di Nagari Andaleh ini," ungkap Angku Ladang lagi.
Untuk itu, dia saat bertemu Eka Putra langsung menyampaikan permintaan masyarakat itu agar Pemkab Tanahdatar segera lakukan pemulihan kondisi di Nagari Andaleh itu.
"Pemulihan itu tentunya tidak bisa dilakukan masyarakat, jadi kami meminta bupati agar turunkan alat beratnya, sehingga proses pemulihan berjalan cepat," tukas Angku Ladang.
Sementara Bupati Eka Putra menyebutkan, kunjungan ke Nagari Andaleh itu untuk melihat kondisi yang terjadi pasca banjir bandang, sekaligus mengantarkan bantuan permulaan untuk masyarakat setempat.
"Kunjungan ini juga sambil mendata korban dan kerugian akibat banjir bandang itu. Sebab di Tanahdatar ada lagi daerah yang alami kerusakan akibat bencana itu," kata Eka Putra.
Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumbar, Hansastri sempat mengatakan, yang mendesak dibutuhkan korban selamat dari bencana banjir bandang itu adalah pasokan air bersih dan pakaian.
"Sebab bencana itu membuat sejumlah sumber air bersih rusak. Dikhawatirkan dari rusaknya sumber air bersih, akan mengonsumsi air yang tidak steril, ini rentan munculnya diare," kata Hansastri. (*)


Komentar