Surabaya, Arunala.com - Kepala Biro Adpim Setprov Sumbar, Mursalim menyebutkan, persoalan hoaks jadi fenomena yang perlu disikapi. Sebab, selain menjadikan stabilitas keamanan terganggu, hoaks juga mempengaruhi sosok seseorang.
Ini dikemukakan Mursalim saat memimpin sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jaringan Pemred Sumbar (JPS) studi tiru ke Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur (Jatim), Rabu (29/5/2024).
"Bukan tidak ada tujuan kunjungan studi tiru ke Diskominfo Jatim, kami melihat provinsi ini cukup baik dalam menangkal hoaks, terlebih menghadapi pilkada nanti, upaya pencegahan berita hoaks memang sangat dibutuhkan," kata Mursalim kepada jajaran Diskominfo Jatim.
Mursalim menerangkan, berdasar data survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia, menunjukkan ada sekitar 63 juta penduduk Indonesia pengguna internet.
Sekitar 59,75 persen dari jumlah itu pengguna media sosial (medsos), lalu penggunaan media chat sekitar 29,12 persen dan sekitar 11,12 persen pengguna situs berita.
Fakta lain dari hasil survei asosiasi ini menunjukkan banyaknya jumlah masyarakat yang aktif menggunakan internet atau medsos tidak berbanding lurus dengan pemahaman mereka terhadap informasi yang mereka terima.
"Apapun informasi itu, benar atau salah, mereka tidak saring. Apa bila informasi yang mereka sebarkan itu benar, maka tidak ada masalah. Sebaliknya jika informasi yang disebarkan itu tidak benar, maka akan muncul masalah yang berujung pada konflik horizontal dan gangguan keamanan lainnya," kata Mursalim.
Apalagi ditingkat horizontal, terang Mursalim, masyarakat dengan informasi yang tidak benar (hoaks) itu, jelas akan berdampak pada kerugian misalnya ada indikasi pencurian data pribadi, kena skiming, dan lainnya.
Nah, dengan studi tiru ke Diskominfo Jatim ini, kami ingin mendapat cara bagaimana cara meredam dan meng-counter berita atau informasi hoaks tersebut. Mengingat Diskominfo Jatim punya cara efektif dalam menangkal hoaks tersebut," ungkap Mursalimnext


Komentar