Padang, Arunala.com - Pemungutan suara ulang (PSU) calon anggota DPD RI untuk di Sumbar tinggal menunggu waktu pelaksanaannya dari KPU provinsi setempat.
Namun yang jadi pertanyaan apakah partisipasi masyarakat yang memilih pada PSU tersebut akan melebihi persentase jumlah pemilih pemilu yang dilaksanakan bersamaan pada pilpres dan pileg?
Itu yang masih jadi perdebatan di berbagai kalangan yang ada di Sumbar saat sekarang.
Seperti diungkapkan Pengamat Politik Unand, Aidinil Zetra, bahwa banyak faktor yang menentukan antusias pemilih akan berikan hal suaranya di TPS pada PSU nanti.
"Faktor pertama, yakni menyangkut persepsi masyarakat Sumbar terhadap kasus yang berujung pada PSU ini," kata Aidinil kepada Arunala.com di Padang.
Faktor kedua, lanjutnya, apakah masyarakat Sumbar cukup terbuka terhadap pelanggan-pelanggaran etik yang terjadi selama ini.
Faktor berikutnya, yakni penyelenggara sendiri sebagai faktor yang menentukan apakah penyelenggara mampu memenej waktu yang sesingkat itu (45 hari, red) untuk bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.
"Sebab dalam menyampaikan informasi secara luas bahwa ini perlu dilakukan PSU, penyelenggara memang dituntut untuk kerja maksimal, karena menurut saya ini pekerjaan berat bagi penyelenggaraan itu sendiri," ucap Sekretaris Universitas Andalas (Unand) ini.
Sebab, sambungnya, PSU itu dilaksanakan ketika pemilu sudah selesai atau bisa dikatakan orang sudah menutup buku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pemilu 2024.
"Lalu kemudian masih ada pemilu lagi, tentu hal ini menjadikan orang akan bertanya-tanya. Kenyataan ini sangat tidak tergantung kepada efektivitas kinerja penyelenggaraan pemilu," tukas Aidinil lagi.
Apa lagi, sambungnya, PSU ini dilakukan untuk DPD RI, yang notabenenya tidak menggerakkan massa partai politik.
Aidinil mencontohkan, biasanya orang datang ke TPS untuk memilih biasanya digerakkan mesin politik partai. "Di sini bisa dilihat besarnya peran partai saat pemilihan itu, beda dengan DPD RI, sebab tidak ada peran partai yang berkepentingan di momen itu," Aidinil menjelaskannext


Komentar