Bersatu Memerangi Sampah Laut Melalui Gerakan Nasional BCL 2024

Metro- 11-07-2024 16:55
Sekprov Sumbar Hansastri, Pj Wako Padang Andree Algamar, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP RI M Yusuf, perwakilan dunia usaha dan perguruan tinggi saat Gernas BCL di Pantai Air Manis, Kamis (11/7/2024). IST
Sekprov Sumbar Hansastri, Pj Wako Padang Andree Algamar, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP RI M Yusuf, perwakilan dunia usaha dan perguruan tinggi saat Gernas BCL di Pantai Air Manis, Kamis (11/7/2024). IST

.

"Hanya di daratan, penanganan sampah lebih mudah. Karena dia terisolasi dan terkonsentrasi. Tapi ketika sudah masuk ke laut maka butuh biaya besar untuk membersihkannya," sebut Yusuf.

Kemudian, tutur Yusuf, Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri menerbitkan program blue economy-nya. Salah satunya penanganan sampah plastik di laut dengan melibatkan partisipasi nelayan.

"Di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan Kepmen KP 130 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Pengelolaan Sampah Plastik Sektor Kelautan dan Perikanan," ungkapnya.

Ia menekankan dalam Kepmen itu, seluruh unit di Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan upaya menurunkan penggunaan sampah plastik atau bijak menggunakan plastik.

"Mungkin kita akan sulit lepas dari plastik. Hampir di lini kehidupan kita ada plastik. Air kemasan, tisu, bungkus makanan, dan lainnya ada plastiknya. Akan tetapi tagar yang kita gunakan adalah bijak menggunakan plastik. Ini dapat dimaknai kita harus bisa mengelola sampah plastik itu dengan baik," ungkap Yusuf.

Yusuf berharap Gerakan Nasional BCL ini sebuah gerakan kampanye kepada setiap pihak yang bisa terlibat dalam mengurangi sampah plastik di laut. "Untuk mengurangi sampah laut ini adalah jangan melihat tetangga atau orang lain tetapi mulailah dari diri sendiri. Kemudian mulailah dari hal yang kecil-kecil. Jangan menunggu-menunggu dan mulailah dari sekarang," tukasnya.

Sekprov Sumbar Hansastri mengatakan Pemprov Sumbar mendukung program Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut ini. Dan berharap program ini dapat dilanjutkan dan mampu membawa dampak yang lebih luas kepada masyarakat pesisir di Sumbar.

"Kepada seluruh nelayan yang terlibat, tentu saja kami memberikan apresiasi karena telah peduli terhadap pengurangan sampah laut. Pemprov Sumbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan insentif kepada nelayan yang telah turut serta menjaga kesehatan laut melalui pengambilan sampah pesisir dan laut," tuturnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada mitra yang mendukung kegiatan ini. "Kami mengharapkan komitmen mitra untuk berpartisipasi dan mendukung dalam kelanjutan program ini," harapnya.

Pj Wali Kota Padang Andree Algamar mengatakan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut ini momen penting agar seluruh pihak menjaga dan melestarikan sumber daya laut. "Laut bukan hanya sumber kehidupan banyak spesies. Akan tetapi juga penopang ekonomi masyarakat terutama yang bergantung hidup dari hasil laut," ucapnyanext

Komentar