Pelaksanaan Program Echo Green di Padangpariaman

Metro-119 hit 15-09-2021 10:52
Para petani muda sedang mengaplikasikan program echo green di daerah mereka di Ulakan Tapakih, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (14/9) kemarin. (Dok : Istimewa)
Para petani muda sedang mengaplikasikan program echo green di daerah mereka di Ulakan Tapakih, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (14/9) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Kabupaten Padangpariaman jadi wakil Sumbar untuk program Echo Green yang dilaksanakan oleh LSM Konsil Indonesia yang didukung oleh Uni Eropa.

Program ini berlangsung selama tiga tahun, dimulai 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2022. Selain Sumbar ada dua provinsi lainnya yang juga masuk program Echo green ini yaitu Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Manajer Program Echo Green, Ramadhaniati kepada media, Selasa (15/9) kemarin mengatakan program Echo Green yang dijalankan di Kabupaten Padangpariaman, bertujuan mempromosikan inisiatif ekonomi hijau oleh petani perempuan dan generasi muda di sektor pertanian.

Baca Juga

"Hal itu dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, kesempatan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif guna mendukung pencapaian SDGs desa di Indonesia," kata Ramadhaniati.

Dalam prakteknya, Ramadhaniati menyebutkan, program ini pada dasarnya akan menyasar permasalahan sektor pertanian di hulu sampai hilir, dan diharapkan bisa berkontribusi pada pencapaian SDGs Desa sebagaimana diatur dalam Permendesa No:13/2020 yaitu; Desa Tanpa Kelaparan (SDG 2), Desa Ekonomi Tumbuh Merata (SDG 8), dan Desa Ramah Perempuan (SDG 5).

"Namun demikian, untuk mengembangkan lebih lanjut ekonomi hijau berbasis pertanian, butuh pemahaman dan pengetahuan terkait model praktik pertanian ramah lingkungan, inovatif dan menjanjikan untuk kelompok tani perempuan dan generasi muda tani dalam sektor pertanian berkelanjutan," ujar Ramadhaniati yang juga sebagai Direktur Eksekutif LP2M itu.

Berdasarkan hal tersebut, LSM Konsil Indonesia selaku pelaksana program Echo Green di Indonesia akan menggelar pelatihan teknis di tingkat kecamatan.

Untuk Kecamatan Ulakan Tapakih, lanjut dia, kegiatan pelatihan ini akan dilakukan tiga kali pertemuan dengan materi yang berbeda. Pelatihan pertama Pengenalan Konsep Ekonomi Hijau, pada Kamis (16/9) bertempat di Aula Kantor Camat Ulakan Tapakis.

Yang kedua tentang Pupuk dan Nutrisi Tanaman, pada Kamis (23/9) bertempat di Demplot KWT Harmonis Nagari Padang Toboh Ulakan. Pelatihan ketiga Pengelolaan Produk turunan VCO, pada Kamis (30/9) bertempat di Demplot GMT Nagari Kampuang Galapuang Ulakan.

Ramadhaniati menambahkan, sebagai peserta dalam pelatihan itu, terdiri dari staf kecamatan, penyuluh pertanian, pemerintah nagari, kelompok tani perempuan dan generasi muda tani.

"Diharapkan nantinya peserta dapat mengetahui dan memahami model praktik pertanian ramah lingkungan, inovatif dan menjanjikan untuk kelompok tani perempuan dan generasi muda tani dalam sektor pertanian berkelanjutan," jelas Ramadhaniati. (*)

Komentar