Pemko Pariaman MoU dengan LPMP Sumbar

Metro-28 hit 15-09-2021 19:39
Penandatanganan MoU program sekolah penggerak antara Wali Kota Pariaman, Genius Umar dengan Kepala LPMP Sumbar, Dr Sofian Asmirza di Pariaman, Rabu siang (15/9). (Dok : Istimewa)
Penandatanganan MoU program sekolah penggerak antara Wali Kota Pariaman, Genius Umar dengan Kepala LPMP Sumbar, Dr Sofian Asmirza di Pariaman, Rabu siang (15/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Pemko Pariaman bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar jalin kerjasama program sekolah penggerak.

Kerjasama dua belah pihak ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan Wali Kota Pariaman, Genius Umar dengan Kepala LPMP Sumbar, Dr Sofian Asmirza, Rabu siang (15/9).

"Alhamdulillah, Kota Pariaman terpilih sebagai daerah yang akan menjalankan program sekolah penggerak dari Kemendikbud Ristek," kata Genius, seusai penandatangan MoU di rumah dinas wali kota, Rabu, (15/9).

Baca Juga

Genius menjelaskan, pemkonya sangat serius untuk meningkatkan mutu pendidikan, sebab itu dia sangat mendukung adanya program sekolah penggerak itu.

"Di kota ini, kami telah menerapkan wajib belajar 12 tahun sejak 2013 lalu, dan sekarang semua jenjang pendidikan gratis. Walaupun jenjang SMA/SMK jadi kewenangan provinsi, namun di kota ini jenjang pendidikan di tingkat ini tetap kami gratiskan karena dananya telah dialokasikan APBD kota ini dan dibayarkan ke provinsi," ungkap Genius Umar lagi.

Menyangkut tingkat perguruan tinggi, Genius menerangkan, pihak pemko juga memiliki program Satu Keluarga Satu Sarjana (Sagasaja).

"Ada 100 orang anak dari keluarga kurang mampu yang telah dikuliahkan melalui program unggulan kami itu pada beberapa perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan kami, sambungnya.

Sementara itu, Kepala LPMP Sumbar, Dr Sofian Asmirza menyampaikan, terpilihnya Kota Pariaman sebagai kota yang menjalankan program sekolah penggerak, maka akan ada dukungan dari kementerian dan pemprov.

"Jika kepala sekolah lulus seleksi program sekolah penggerak, maka dia tidak boleh mengganti kepala sekolah tersebut selama empat tahun. Semua kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK diseleksi oleh kementerian, bagi kepala sekolah yang lulus maka sekolahnya akan mendapatkan program sekolah penggerak,"kata Sofian Asmirza.

Komentar