Padang, Arunala.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kegamaan, insan kebencanaan, Bundo Kanduang dan tokoh masyarakat Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang, buat deklarasi damai di Depan Kantor Camat setempat Lubuk, Sabtu (27/07) malam lalu.
Deklarasi damai tersebut, bertujuan menjaga keamanan, kenyamanan, dan kedamaian di lingkungan di kecamatan itu dan Kota Padang umumnya.
“Kami tergabung dalam semua elemen organisasi yang ada di Luki sangat anti terhadap aksi tawuran dan anti kekerasan. Dengan harapan, setelah kami melaksanakan deklarasi damai ini, tidak ada lagi yang melakukan aksi semacam itu di lingkungan se Kecamatan Luki," terang Ketua PK-KNPI Lubuk Kilangan, M Kevin Yassa Adha.
Deklarasi damai yang di bacakan berbunyi "Kami organisasi kekaryaan Pemuda, Sosial Kemasyarakatan, Insan Kebencanaan dan Tokoh Agama, Bundo Kanduang, Serta tokoh masyarakat Lubuk Kilangan".
Adapun poinnya :
1. Menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, musyawarah untuk mufakat, pluralitas persatuan dan kesatuan dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang harmonis.
2. Menolak dengan keras segala bentuk kekerasan dan tawuran di Kecamatan Lubuk Kilangan dalam bentuk dan alasan apapun juga.
3. Mensupport dan mendukung penuh pihak kepolisian dan TNI dalam memberantas tauran, Balap Liar, Bullying dan penyalahgunaan narkoba di Lubuk Kilangan.
3. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan kepada putra-putrinya agar tidak terlibat atau terkontaminasi dalam aksi tauran, balap liar, bullying dan penyalahan narkoba di lubuk kilangan dan selalu berpikir, berkata, bertindak, dengan akhlak dan menurut ridho Tuhan Yang Maha Esa.
Usai pembacaan deklarasi, seluruh elemen organisasi ini menanda tangani fakta integritas, yang intinya menolak adanya aksi-aksi yang bisa menganggu kemanan, kenyamanan di lingkungan Kecamatan Luki.
Dalam deklarasi ini, sebut Kevin, semua organisasi di Luki ikut menyatakan sikapnya, seperti Karang Taruna, PK-KNPI, PPM, Pemuda Pancasila, Pemuda Muhamadiyah, Komunitas Peduli Sungainext


Komentar