Berhasil Pertahankan Stabilitas Harga, Padangpanjang Terima Insentif Fiskal

Ekonomi- 29-07-2024 19:47
Pj Wali Kota Padangpanjang Sonny Budaya Putra saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang VIP Balai Kota, Senin (29/7/2024). Kominfo Padang Panjang
Pj Wali Kota Padangpanjang Sonny Budaya Putra saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang VIP Balai Kota, Senin (29/7/2024). Kominfo Padang Panjang

Padangpanjang, Arunala.com--Kota Padangpanjang kembali menorehkan prestasi dengan berhasil mengendalikan inflasi dan mempertahankan stabilitas harga pangan. Atas keberhasilan ini, Pemerintah Pusat memberikan insentif fiskal periode pertama 2024 melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) RI Nomor 295 Tahun 2024.

Dana insentif itu akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri pada 5 Agustus mendatang. "Insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Padangpanjang dalam menekan IPH (Indeks Perkembangan Harga-red) dan masuk dalam 10 besar kota dengan penurunan IPH tertinggi di tingkat nasional," kata Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang VIP Balai Kota, sebagaimana dilansir dari laman Kominfo Padang Panjang, Senin (29/7/2024).

Ia menyampaikan prestasi ini tidak hanya menandakan keberhasilan dalam mengendalikan inflasi. Akan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli.

"Kerja sama yang solid antara Pemko, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga pangan tersebut," ungkapnya.

Ada empat daerah di Sumbar yang mendapat insentif fiskal ini. Yaitu Kota Padangpanjang, Payakumbuh, Kabupaten Tanahdatar dan Padangpariaman. "Dana insentif itu akan digunakan untuk mendukung program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setko, Putra Dewangga menyebutkan, inflasi Padangpanjang pada Juni 2024 yaitu 3,92 persen year on year (yoy) sedangkan secara bulanan 0,22% month to month (mtm).

"Berdasarkan data BPS Padang Panjang untuk IPH minggu keempat Juli 2024 ini berada diangka -5,55 dengan komoditas yang berkontribusi adalah cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras," jelasnya. (*)

Komentar