Padangpanjang Terima Dana Insentif Fiskal Rp 5,4 M Karena Sukses Kendalikan Inflasi

Ekonomi- 05-08-2024 19:56
Pj Wako Padangpanjang Sonny Budaya Putra menerima dana insentif fiskal dari Mendagri M Tito Karnavian didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara, Senin (5/8/2024). Kominfo Padang Panjang
Pj Wako Padangpanjang Sonny Budaya Putra menerima dana insentif fiskal dari Mendagri M Tito Karnavian didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara, Senin (5/8/2024). Kominfo Padang Panjang

Padangpanjang, Arunala.com---Pemko Padangpanjang mendapat dana insentif fiskal senilai Rp 5,4 miliar dari pemerintah. Pasalnya, Pemko Padangpanjang dinilai berhasil mengendalikan inflasi.

Dana insentif fiskal itu diserahkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Padangpanjang, Sonny Budaya Putra di Gedung Sasana Bhakti Kemendagri dalam Rapat Rutin Pengendalian Inflasi, Senin (5/8/2024).

Penyerahan Dana Insentif Fiskal senilai Rp5,4 miliar itu sebagai Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode Pertama 2024 bersama 50 provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Di Sumbar, selain Padangpanjang Dana Insentif Fiskal ini juga diterima Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Tanahdatar dan Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah hari ini kita menerima reward dari Pemerintah Pusat dalam pengendalian inflasi. Dana insentif fiskal ini bisa kita manfaatkan untuk program dan kegiatan terkait pengendalian inflasi. Seperti perbaikan irigasi, perbaikan sarana dan prasarana perdagangan, operasi pasar, bantuan bibit dan lainnya,” ujar Pj Wako Sonny sebagaimana dilansir dari laman Facebook Kominfo Padang Panjang.

Ia mengatakan Padangpanjang dinilai konsisten melaksanakan enam aksi konkret pengendalian inflasi daerah yang diinstruksikan Mendagri. Di antaranya melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar distributor agar tidak menahan barang.

Kemudian kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.

Sebelumnya, Wamenkeu Suahasil Nazara meminta kepada kepala daerah untuk secara detail mulai melihat tingkat pertumbuhan ekonomi daerahnya masing-masing agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan di atas 5 persen. Program-program pemerintah pusat juga dipastikan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakatnext

Komentar