Uang Beredar Agustus 2021 Capai Rp7.198,9 T

Ekonomi-171 hit 22-09-2021 15:32
Gedung Bank Indonesia.(Dok : Istimewa)
Gedung Bank Indonesia.(Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Jakarta, Arunala - Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2021 tercatat sebesar Rp7.198,9 triliun atau tumbuh 6,9 persen.

Pertumbuhan uang beredar itu tumbuh melambat jika dibanding Juli 2021 yang mencapai 8,9 persen.

"Hal ini karena terjadi perlambatan pada komponen uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8 persen dan uang kuasi sebesar 5,9 persen," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, melalui keterangan dalam resmi dalam rilisnya yang diterima Arunala.com , Rabu (22/9).

Baca Juga

Ia menyebutkan dinamika pertumbuhan M2 pada Agustus 2021 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat. Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 21,1 persen secara tahunan pada Agustus 2021.

"Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 38,4 persen," kata Erwin.

Di sisi lain, sebut Erwin, aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit kepada sektor swasta domestik tumbuh lebih tinggi dibanding dengan Juli 2021.

Dengan demikian, hal ini menahan perlambatan pertumbuhan uang beredar.

"Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 6 persen pada Agustus 2021. Lebih tinggi dibanding pertumbuhan Juli 2021 sebesar 4,3 persen," ungkapnya.

Sementara itu, penyaluran kredit tercatat tumbuh 1 persen pada Agustus 2021. Angka ini meningkat dibanding capaian pada bulan sebelumnya 0,3 persen.

Ia juga mengatakan Bank Indonesia melakukan pengelompokan ulang/reklasifikasi komponen uang beredar.

Hal ini dilakukan atas tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu. Dari semula pada komponen uang kuasi menjadi bagian dari komponen uang beredar dalam arti sempit.

"Reklasifikasi komponen uang beredar dimaksud bertujuan untuk menyempurnakan pengelompokan komponen uang beredar sesuai dengan perkembangan terkini. Dan menjaga relevansi besaran-besaran komponen dalam Uang Beredar Indonesia, mengacu kepada standar internasional Monetary and Financial Statistics Manual and Compilation Guide (MFSMCG)," tukasnya. (*)

Komentar