.
Ketiga, program internasionalisasi atmosfer akademik di masing-masing fakultas. "Semakin banyak program studi yang terakreditasi internasional, kurikulum berstandar internasional, jumlah mahasiswa asing meningkat, dan kerja sama dengan universitas serta dunia usaha dan dunia industri juga meningkat," paparnya.
Keempat, meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dosen di fakultas masing-masing. "Karena dengan peningkatan mutu penelitian dampaknya nanti adalah hasil penelitiannya dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat. Memecahkan masalah yang ada di masyarakat," ucap Efa.
Kelima, sebut Efa, fakultas beroperasi seperti entitas bisnis, efisien, efektif dan meningkatkan kesejahteraan. Jadi peningkatan kesejahteraan ini adalah upaya terpusat dengan cara meningkatkan pendapatan dan melakukan aktivitas efisiensi-efisiensi yang tidak ada kaitannya dengan karyawan.
"Apalagi kita komit untuk tahun ini tidak menaikkan uang kuliah tunggal (UKT). Dari 21 PTNBH di Indonesia, UKT Unand paling rendah. Dan 40 persen lebih pendapatan Unand setiap tahunnya dari UKT. 20 persen dari kerja sama, dan rumah sakit. Dari bisnis memang belum besar. Karena memang kita harus lihat bisnis-bisnis yang relevan dengan universitas," tukas Efa. (*)


Komentar