Selesaikan Kasus Smelter China dengan Pengusaha Nikel Lokal

Metro-59 hit 22-09-2021 20:39
Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Dok : Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade meminta Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyelesaikan masalah dengan smelter China terhadap para pengusaha nikel lokal. Apalagi, pemerintah telah menutup ekspor nikel.

Andre menjelaskan, masalah ini muncul bermula karena para pengusaha nikel melaporkan adanya dugaan praktik permainan survei ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Hal itu pun sudah ditindaklanjuti oleh Kemendag.

"Dalam waktu berapa yang lalu, temen-temen asosiasi nikel Indonesia sudah melaporkan dugaan praktik permainan survei itu ke Pak Bahlil di Kementerian Perdagangan. Satgas Kementerian Perdagangan sudah memanggil asosiasi pengusaha nikel maupun asosiasi surveyor," kata Andre Rosiade dalam rilis yang diterima, Rabu (22/9).

Baca Juga

Laporan pengusaha nikel ini berbuntut rupanya panjang. Sebab, para pengusaha justru diancam oleh smelter.

"Problem-nya adalah, mereka sudah memberikan laporan itu ke Kemendag, sekarang mereka mendapat ancaman balik bahwa mereka yang melapor itu di-blacklist oleh smelter-smelter Tiongkok itu," kata ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Kondisi itu membuat pengusaha nikel kelabakan. Sebab, kata Andre Rosiade, pintu ekspor nikel telah ditutup pemerintah. Maka itu, ia meminta Bahlil turun tangan.

"Pertanyaannya kalau mereka di-blacklist karena melapor, ke mana mereka bisa menjual sumber daya alam ini lagi, karena pemerintah sudah menutup pintu ekspor, tolong Pak Bahlil pikirkan. Karena temen-temen asosiasi pengusaha nikel itu kan temen-temen Pak Bahlil juga, ke mana mereka mengadu kalau bukan Pak Bahlil yang mencarikan solusi," paparnya. (*)

Komentar