Dongkrak Cakupan Imunisasi, IDAI Sumbar Bentuk Regional Immunization Champions

Metro- 25-08-2024 16:23
Kadis Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS didampingi Ketua IDAI Sumbar Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) dan dr Asrawati SpA (K) MBiomed menandatangani komitmen bersama saat Regional Immunization Champions Workshop di Mercure Padang, Minggu (25/8/2024). IST
Kadis Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS didampingi Ketua IDAI Sumbar Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) dan dr Asrawati SpA (K) MBiomed menandatangani komitmen bersama saat Regional Immunization Champions Workshop di Mercure Padang, Minggu (25/8/2024). IST

.

Apalagi, sebut dr Lila, ada beberapa antigen baru untuk mencegah penyakit-penyakit yang berat. "Tadinya belum ada nih imunisasinya. Tapi ada yang baru misalnya imunisasi diare, pneumonia dan kanker serviks. Ini cakupannya masih rendah dan butuh sosialisasi lagi kenapa imunisasi tersebut harus diberikan," ungkap dr Lila.

Ketua IDAI Sumbar Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K) mengatakan masalah imunisasi dan masalah kesehatan anak menjadi primadona yang dapat menyebabkan menurunnya level kesehatan anak. Jadi dengan pembentukan Regional Champion ini cikal bakal terbentuknya Champion tingkat kabupaten kota di Sumbar.

"Nanti merekalah akan menggerakkan di tingkat kabupaten kota bersama stakeholders untuk melakukan advokasi terhadap semua level baik stakeholders maupun sasaran. Sehingga orangtua menjadi lebih yakin," sebutnya didampingi Wakil Ketua IDAI Sumbar dr Asrawati SpA (K) MBiomed dan Champion Imunisasi IDAI Sumbar dr Betty Hijrah SpA.

Bukan hanya pada sasaran orang tua, sebut Finny, tapi juga kepada petugas-petugas yang nanti terlibat. Sehingga edukasinya menjadi lebih jelas dan dipahami oleh masyarakat.

"Kita tahu bahwa imunisasi ini sekarang bukan hanya imunisasi dasar seperti DPT, Polio, Hepatitis B, dan BCG. Imunisasi ini sampai sekarang masih ada. Tapi ada antigen-antigen baru yang disupport oleh pemerintah. Dan itu gratis," tuturnya.

Seperti, sebut Finny, rotavirus, HPV untuk mencegah kanker serviks, vaksin PCV vaksin pneumonia pada anak, vaksin ensefalitis yang sedang berproses. Kemudian vaksin demam berdarah dengue yang sedang berproses.

"Itu semua yang sudah didukung pemerintah ini akan kita promosikan terus. Sehingga orang-orang akan paham dan bersedia anaknya divaksin," ungkapnya seraya mengatakan termasuk kegitan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang akan berlangsung.

Selain itu, Champion ini bukan hanya untuk imunisasi saja. Salah satunya akan mensupport gerakan sekolah sehat (GSS). "Karena kita tahu di sekolah banyak anak-anak berkumpul. Dan di situ juga sarang saling bertukar tempatnya virus dan bakteri," tuturnya.

Jika lingkungan sekolahnya sehat, dan murid-muridnya sehat, gurunya sehat, maka penyakit anak-anak tidak akan tertular penyakit, dan tidak akan membawa virus/bakteri pulang ke rumah, sehingga memutus rantai penyakit infeksi. "Nanti ke depan program Regional Champions ini akan berkembang ke sana. Sehingga derajat kesehatan anak di Indonesia akan meningkat," harap Finny. (*)

Komentar