Padang, Arunala.com--Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Ini sebagai upaya menyehatkan dan mencerdaskan masyarakat dengan mengonsumsi ikan.
"Perlu dukungan dari segala pihak untuk meningkatkan animo masyarakat dalam mengonsumsi ikan," kata Wakil Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sumbar Ny Lina Hansastri saat Rapat Koordinasi (Rakor) Forikan se-Sumbar di Gedung Rohana Kudus, Kamis (29/8/2024).
Pada rakor yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar ini juga dilangsungkan penandatanganan kesepakatan bersama antara Bank Indonesia, Kepala OPD Provinsi, BUMN dan media dengan Ketua Forikan Sumbar.
Dan talkshow yang menghadirkan pembicara dari Pengurus Pusat Forikan, perwakilan Bank Nagari dan Pegadaian.
Rakor tersebut dihadiri 150 peserta berasal dari pengurus Forikan kab/kota se-Sumbar, Kepala Dinas bidang Perikanan se-Sumbar, Pengurus Forikan Sumbar dan stakeholder terkait.
Ia mengatakan konsumsi ikan yang meningkat akan memberikan multiplier effect terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Di hilir, akan meningkatkan permintaan terhadap ikan sehingga berkembang usaha perikanan baik budidaya, tangkap dan olahan.
"Tentunya dengan berkembangnya usaha perikanan maka produk akan stabil, menyerap banyak tenaga kerja dan tumbuh industri dan usaha lainnya," tuturnya.
Jangka panjang, sebutnya, konsumsi ikan yang meningkat akan melahirkan generasi yang cerdas dan sehat. "Tentunya diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," ucap Ny Lina Hansastri.
Ia mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih menghargai para pelakunya yang bergerak di sektor perikanan. "Untuk mewujudkan mimpi ini, Gemarikan haruslah menjadi gerakan yang membumi bukan paksaan tetapi merupakan kebutuhan dan dilaksanakan secara berkesinambungan," harapnyanext


Komentar