Rombongan dari Riau Kunjungi Ekowisata Hutan Nipah

Metro- 24-10-2021 09:01
Rombongan BKAD Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu Riau, kunjungi kawasan GTP Ulakan, Sabtu siang (23/10). (Dok : Istimewa)
Rombongan BKAD Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu Riau, kunjungi kawasan GTP Ulakan, Sabtu siang (23/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Kawasan ekowisata dan edukasi Green Talao Park (GTP) Ulakan, Tapakis, Kabupaten Padangpariaman mulai banyak dilirik masyarakat, kelompok hingga pihak pemerintahan.

Kehadiran mereka ke kawasan ekowisata itu mulai dari bentuk studi tiru, kaji banding, paket wisata maupun studi tur.

Kali ini yang berkunjung ke ekowisata GTP berasal dari rombongan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, Sabtu siang (23/10).

Baca Juga

Rombongan ini dipimpin Ketua BKAD Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Abdul Gofur yang beranggotakan 16 orang keseluruhannya.

"Lokasi wisata GTP Ulakan ini menjadi tujuan utama dari rangkaian studi tur selama tiga hari di Sumbar. Bahkan kami langsung menginap di salah satu home stay yang ada di Nagari Ulakan," ungkap Abdul Gofur saat sampai di lokasi ekowisata ini.

Dia menerangkan perjalanan dari Indragiri Hulu hingga sampai di Nagari Ulakan Padangpariaman menghabiskan waktu 16 jam, dan rombongan sepakat menginap di Ulakan, karena memang GTP yang menjadi tujuan utama.

"Terima kasih atas sambutan yang sangat istimewa ini, semoga kunjungan ini menjadi awal dari program selanjutnya bagi kedua daerah, khususnya Kecamatan Lubuk Batu Jaya dengan Kecamatan Ulakan Tapakih," katanya lagi.

Salah seorang pengelola GTP Wendrizal yang juga wakil Ketua Pokdarwis. BUMNag Pesisir Ulakan Madani mengatakan pihaknya telah memberdayakan sebanyak 25 orang anak nagari sebagai petugas pelayanan dan keamanan.

Kemudian ada sebanyak 20 orang anggota Pokdarwis untuk tenaga promosi dan pemandu wisata, serta 45 orang anggota KUEMNAG yang berjualan di kawasan ini.

"Tentunya ini juga berdampak langsung dalam membuka lapangan kerja dan beri dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta bisa mengurangi angka pengangguran di Nagari Ulakan," ujar Wendrizal.

Dia mengaku pihaknya bersama pokdarwis serta masyarakat setempat berkomitmen untuk menjaga keasrian kawasan GTP yang merupakan satu-satunya hutan Nipah dan estuaria yang masih terjaga di daerah itu.

"Melalui pariwisata, masyarakatpun diajak untuk bersama sama menjaga ekosistem lingkungan, Flora dan fauna. Mereka dibiarkan nyaman bercengkarama dengan aktifitas pariwisata yang ada", terangnya.

Senada dengan itu, Anggota Bamus Nagari Ulakan, Aswad Al Fauzan mengucapkan terima kasih kepada Abdul Gofur dan rombongannya telah memilih GTP sebagai lokasi utama dari beberapa alternatif objek wisata lainnya selama melakukan studi tur mereka itu.

"Tentunya pencapaian GTP yang merupakan kerjasama antara Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) GTP ini, masih jauh dari kesempurnaan dan banyak sisi yang mesti dibenahi.

"Karena itu, kami akan selalu membuka diri dan siap berkolaborasi dengan semua pihak. Dalam rangka pengembangan kawasan dan untuk kemajuan GTP kedepannya," kata Aswad.

Komentar